Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 03.22 WIB

Jika Anda Tidak Lagi Membutuhkan 9 Hal Ini untuk Merasa Bahagia, Anda Telah Mencapai Kedamaian Batin Sejati Menurut Psikologi

seseorang yang mencapai kedamaian batin / foto: Magnific/vkstudio - Image

seseorang yang mencapai kedamaian batin / foto: Magnific/vkstudio

JawaPos.com - Banyak orang menghabiskan sebagian besar hidupnya mengejar sesuatu yang mereka pikir akan membuat mereka bahagia: pengakuan dari orang lain, pencapaian besar, kekayaan, hubungan sempurna, atau kehidupan yang terlihat mengagumkan dari luar. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan yang paling stabil sering kali bukan berasal dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang sudah tidak lagi kita perlukan untuk merasa cukup.

Kedamaian batin bukan berarti seseorang tidak memiliki ambisi, tidak mengalami masalah, atau selalu merasa senang. Kedamaian batin adalah kondisi ketika seseorang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada faktor eksternal untuk merasa berharga dan tenang.

Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan konsep seperti self-acceptance (penerimaan diri), emotional regulation (pengelolaan emosi), internal locus of control (kendali dari dalam diri), dan psychological flexibility (fleksibilitas psikologis).

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat 9 hal yang, ketika Anda tidak lagi membutuhkannya untuk merasa bahagia, bisa menjadi tanda bahwa Anda telah mencapai kedamaian batin yang lebih dalam.

1. Anda Tidak Lagi Membutuhkan Persetujuan Semua Orang

Salah satu tanda kedewasaan emosional adalah ketika Anda berhenti hidup untuk mendapatkan validasi dari semua orang.

Banyak orang merasa bahagia hanya ketika mereka dipuji, diterima, atau dianggap baik oleh lingkungan sekitar. Mereka mengubah cara berbicara, berpakaian, mengambil keputusan, bahkan memilih jalan hidup berdasarkan ekspektasi orang lain.

Menurut psikologi, kebutuhan berlebihan akan persetujuan sering berkaitan dengan rasa percaya diri yang bergantung pada penilaian eksternal.

Ketika seseorang mencapai kedamaian batin, mereka mulai memahami:

"Saya tetap berharga meskipun tidak semua orang memahami saya."

Mereka tetap menghargai pendapat orang lain, tetapi tidak lagi membiarkan opini orang lain menentukan nilai dirinya.

Mereka tahu bahwa ditolak bukan berarti tidak berharga. Tidak disukai bukan berarti gagal.

2. Anda Tidak Lagi Membutuhkan Kesempurnaan untuk Merasa Cukup

Perfeksionisme sering terlihat seperti motivasi positif, tetapi dalam banyak kasus justru menjadi sumber tekanan mental.

Orang yang selalu mengejar kesempurnaan sering hidup dengan pikiran:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore