Ilustrasi seseorang yang menonjol karena alasan yang salah (Magnific/Rawpixel.com)
JawaPos.com - Di tempat umum, setiap orang tentu ingin dihargai dan dipandang positif oleh orang lain. Namun, sering kali tanpa disadari, ada perilaku tertentu yang justru membuat seseorang menarik perhatian karena alasan yang salah. Dalam psikologi sosial, cara seseorang membawa diri, menghormati orang lain, dan memahami norma bersama memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana ia dinilai oleh lingkungan.
Menjadi "berkelas" bukan soal kekayaan, pakaian mahal, atau status sosial. Berkelas lebih berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, memiliki empati, dan memahami bahwa hidup bersama orang lain membutuhkan rasa hormat dan kesadaran sosial.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (19/6), terdapat sepuluh kebiasaan yang sering dianggap tidak berkelas di tempat umum menurut sudut pandang psikologi.
Baca Juga:8 Tanda Halus Seseorang Berpura-pura Baik tetapi Sebenarnya Menyimpan Niat Buruk Menurut Psikologi
1. Berbicara Terlalu Keras dan Selalu Ingin Menjadi Pusat Perhatian
Sebagian orang merasa perlu berbicara dengan suara keras, tertawa berlebihan, atau menceritakan segala sesuatu dengan dramatis agar diperhatikan. Dalam psikologi, perilaku ini terkadang berkaitan dengan kebutuhan akan validasi dan pengakuan dari lingkungan.
Ironisnya, orang yang benar-benar percaya diri tidak merasa perlu mendominasi suasana. Mereka mampu menarik perhatian secara alami tanpa memaksakan diri. Berbicara dengan volume yang sesuai menunjukkan kemampuan membaca situasi dan menghormati kenyamanan orang lain.
2. Merendahkan Orang Lain untuk Terlihat Lebih Hebat
Ada orang yang senang mengoreksi orang lain di depan umum, mengejek pelayan, atau meremehkan seseorang yang dianggap lebih rendah secara ekonomi atau pendidikan. Psikologi menunjukkan bahwa perilaku seperti ini sering kali berakar pada rasa tidak aman dan kebutuhan untuk meningkatkan harga diri melalui perbandingan sosial.
Seseorang yang memiliki harga diri sehat tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk merasa bernilai.
3. Memamerkan Kekayaan secara Berlebihan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
