
seseorang yang bukanlah orang benar-benar baik./Freepik/freepik
JawaPos.com - Banyak orang tampak ramah, sopan, bahkan penuh senyum. Namun psikologi modern mengingatkan kita pada satu hal penting: kebaikan sejati tidak selalu terlihat dari sikap luar, melainkan dari pola bahasa yang konsisten.
Kata-kata adalah jendela menuju cara seseorang berpikir, memandang orang lain, dan—yang terpenting—memperlakukan sesama ketika tidak ada keuntungan pribadi.
Psikolog sosial sepakat bahwa bahasa sehari-hari sering kali menjadi “kebocoran” karakter. Seseorang mungkin bisa berpura-pura baik dalam tindakan sesekali, tetapi frasa yang terus berulang dalam percakapan spontan sulit disamarkan.
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan frasa yang, menurut psikologi, sering muncul pada orang yang tidak benar-benar memiliki niat baik, meski mereka tampak normal atau bahkan menyenangkan di permukaan.
1. “Aku cuma jujur, kok”
Frasa ini terdengar mulia, tetapi dalam psikologi komunikasi, sering kali menjadi pembenaran untuk berkata kasar, merendahkan, atau menyakiti. Orang yang benar-benar baik memahami bahwa kejujuran tidak harus melukai.
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan empati tinggi cenderung menyaring kejujuran mereka dengan kepedulian. Sebaliknya, orang yang berlindung di balik “kejujuran” sering kali lebih peduli meluapkan opini pribadi daripada dampaknya pada orang lain.
2. “Kamu terlalu sensitif”
Ini adalah salah satu bentuk emotional invalidation yang paling umum. Frasa ini tidak menyelesaikan masalah—ia mematikan perasaan lawan bicara.
Dalam psikologi, ini termasuk teknik manipulasi ringan yang membuat orang lain meragukan emosi mereka sendiri. Orang yang baik akan mencoba memahami perasaan, bukan menertawakan atau meniadakannya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
