Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 02.46 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Mempertahankan Persahabatan Seumur Hidup Biasanya Melakukan 8 Hal Kecil Ini

Ilustrasi seseorang yang mempertahankan persahabatan (Magnific/Lifestylememory) - Image

Ilustrasi seseorang yang mempertahankan persahabatan (Magnific/Lifestylememory)

JawaPos.com - Di tengah kesibukan hidup, perpindahan pekerjaan, perubahan prioritas, hingga perkembangan teknologi yang mengubah cara kita berinteraksi, mempertahankan persahabatan selama puluhan tahun bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Banyak orang mengira bahwa persahabatan yang awet bergantung pada frekuensi bertemu atau kesamaan minat. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang bertahan lama lebih sering dibangun oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Persahabatan yang kuat tidak selalu ditandai dengan percakapan setiap hari atau pertemuan setiap akhir pekan. Justru, hubungan yang mampu melewati berbagai fase kehidupan biasanya ditopang oleh rasa saling percaya, penghargaan, dan perhatian yang terus dipelihara. Menariknya, orang yang berhasil mempertahankan sahabat mereka selama bertahun-tahun cenderung memiliki beberapa kebiasaan sederhana yang sama.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (18/6), terdapat delapan hal kecil yang sering dilakukan oleh mereka yang mampu menjaga persahabatan seumur hidup menurut berbagai temuan psikologi dan ilmu hubungan interpersonal.

1. Mereka Selalu Menyisihkan Waktu untuk Menghubungi Teman

Persahabatan tidak dapat bertahan hanya karena kenangan masa lalu. Hubungan membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Orang yang memiliki persahabatan jangka panjang biasanya tidak menunggu momen besar untuk menghubungi sahabat mereka.

Mereka bisa sekadar mengirim pesan singkat, menanyakan kabar, atau membagikan sesuatu yang mengingatkan mereka pada temannya. Dalam psikologi sosial, tindakan kecil seperti ini membantu mempertahankan rasa kedekatan emosional dan memperkuat ikatan yang sudah terbentuk.

Bahkan ketika masing-masing memiliki kesibukan yang berbeda, komunikasi sederhana mampu membuat kedua pihak merasa tetap dihargai dan diingat.

2. Mereka Mendengarkan dengan Tulus, Bukan Sekadar Menunggu Giliran Berbicara

Mendengarkan merupakan salah satu keterampilan interpersonal yang paling penting. Banyak orang mendengar hanya untuk memberikan respons, tetapi sahabat sejati mendengarkan untuk memahami.

Ketika seseorang merasa didengarkan tanpa dihakimi, ia akan merasa aman secara emosional. Psikologi menyebut kondisi ini sebagai emotional validation atau validasi emosional, yaitu perasaan bahwa pengalaman dan emosi seseorang diakui oleh orang lain.

Itulah sebabnya, orang yang memiliki persahabatan seumur hidup biasanya mampu menjadi pendengar yang baik. Mereka tidak selalu memberikan solusi, tetapi hadir sepenuhnya ketika sahabat mereka membutuhkan tempat untuk bercerita.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore