
Ilustrasi seseorang yang terlihat tidak percaya diri (Magnific/Freepik)
JawaPos.com - Kesopanan selalu dianggap sebagai kualitas yang baik. Menghormati orang lain, menjaga perasaan sesama, dan bersikap ramah merupakan bagian penting dari kehidupan sosial yang sehat. Namun, tidak semua bentuk kesopanan membawa dampak positif. Beberapa kebiasaan yang dulu dianggap sebagai tanda keramahan atau tata krama justru dapat membuat seseorang terlihat kurang percaya diri dan terlalu mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri.
Psikologi modern menunjukkan bahwa rasa hormat tidak sama dengan mengorbankan kebutuhan pribadi. Orang yang memiliki kepercayaan diri yang sehat mampu bersikap baik tanpa harus mengecilkan diri sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (18/6), terdapat sepuluh kebiasaan "sopan" yang sudah mulai ketinggalan zaman dan justru dapat memberikan kesan bahwa Anda tidak yakin pada diri sendiri.
1. Terlalu Sering Meminta Maaf untuk Hal-Hal Kecil
Banyak orang terbiasa mengucapkan "maaf" bahkan ketika mereka tidak melakukan kesalahan. Misalnya, meminta maaf saat ingin bertanya, menyela percakapan yang memang diperlukan, atau meminta bantuan yang wajar.
Menurut psikologi, kebiasaan ini dapat menunjukkan bahwa seseorang merasa keberadaannya merepotkan orang lain. Padahal, mengganti kata "maaf mengganggu" dengan "terima kasih sudah meluangkan waktu" memberikan kesan yang lebih positif dan percaya diri.
2. Selalu Mengiyakan Permintaan Orang Lain
Mengatakan "iya" pada semua permintaan sering dianggap sebagai bentuk keramahan. Namun, kebiasaan ini dapat membuat orang lain melihat Anda sebagai seseorang yang sulit menetapkan batasan.
Psikolog menilai kemampuan mengatakan "tidak" secara sopan merupakan tanda harga diri yang sehat. Menolak bukan berarti tidak peduli, melainkan memahami kapasitas diri dan menghargai waktu yang dimiliki.
3. Merendahkan Prestasi Diri Sendiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
