
seseorang yang berpura-pura sakit untuk menghindari keluar rumah / foto: Magnific/stockking
JawaPos.com - Pernahkah Anda tiba-tiba mengaku sedang tidak enak badan hanya karena tidak ingin menghadiri acara tertentu, bertemu banyak orang, atau sekadar ingin tetap berada di rumah? Meskipun terdengar seperti kebiasaan yang buruk, psikologi menunjukkan bahwa perilaku seperti ini tidak selalu berasal dari kemalasan atau sikap antisosial.
Dalam banyak kasus, berpura-pura sakit untuk menghindari keluar rumah bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berusaha memenuhi kebutuhan emosionalnya sendiri, mengelola stres, atau melindungi dirinya dari situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (7/6), terdapat sembilan karakteristik kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang pernah melakukan hal tersebut.
1. Sangat Menghargai Waktu Sendiri
Sebagian orang memperoleh energi dari keramaian, sementara yang lain justru merasa lebih segar ketika memiliki waktu untuk diri sendiri.
Mereka yang beberapa kali memilih alasan sakit demi menghindari aktivitas sosial biasanya memiliki kebutuhan yang tinggi akan kesendirian. Bagi mereka, berada di rumah bukanlah hukuman, melainkan cara untuk mengisi ulang energi dan menenangkan pikiran.
Psikologi menyebut kebutuhan ini sebagai bagian dari kecenderungan introversi. Orang introvert tidak membenci orang lain; mereka hanya membutuhkan ruang pribadi untuk merasa seimbang.
2. Memiliki Sensitivitas Emosional yang Tinggi
Orang yang sensitif cenderung lebih mudah kewalahan oleh suara bising, konflik, atau suasana yang terlalu ramai.
Karena itu, terkadang mereka mencari cara untuk menghindari situasi yang diperkirakan akan menguras emosi mereka. Berpura-pura sakit bisa menjadi mekanisme perlindungan diri ketika mereka belum memiliki cara yang lebih sehat untuk mengatakan, "Saya butuh istirahat."
Mereka sering kali sangat empatik dan mampu merasakan suasana hati orang lain dengan kuat.
3. Cenderung Mengalami Kecemasan Sosial
Tidak semua orang yang membatalkan rencana secara mendadak mengalami kecemasan sosial. Namun, bagi sebagian orang, bertemu banyak orang dapat memicu ketegangan, rasa gugup, atau ketakutan akan penilaian orang lain.
Alih-alih menjelaskan perasaan tersebut, mereka memilih alasan yang lebih mudah diterima, seperti mengatakan bahwa mereka sedang sakit.
Psikologi menjelaskan bahwa kecemasan sosial sering membuat seseorang menghindari situasi yang memicu stres, meskipun sebenarnya mereka ingin bisa menikmatinya seperti orang lain.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
