
Ilustrasi orang avoidant (Magnific)
JawaPos.com - Pernah merasa dekat dengan seseorang, tetapi tiba-tiba ia menjauh saat hubungan mulai terasa akrab? Bisa jadi orang tersebut memiliki kecenderungan avoidant attachment style atau pola keterikatan menghindar. Mereka sering kali terlihat mandiri, tenang, dan tidak banyak menuntut, tetapi di balik itu ada kesulitan untuk membuka diri secara emosional.
Dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun percintaan, menghadapi orang dengan sifat avoidant bisa menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi mereka menginginkan hubungan yang hangat, tetapi di sisi lain mereka takut terlalu bergantung pada orang lain atau khawatir akan mengalami kekecewaan.
Karena itu, memahami cara berinteraksi dengan orang avoidant menjadi penting. Alih-alih memaksa mereka berubah, pendekatan yang tepat justru dapat membantu membangun rasa aman dan kepercayaan secara perlahan.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani orang dengan kecenderungan avoidant.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap orang avoidant tidak memiliki perasaan atau tidak peduli terhadap orang lain. Padahal, banyak dari mereka sebenarnya tetap ingin memiliki hubungan yang dekat.
Menurut Alodokter, orang dengan avoidant attachment style cenderung menjaga jarak emosional karena merasa lebih aman ketika tidak terlalu bergantung pada orang lain. Mereka sering memendam perasaan dan lebih memilih menyelesaikan masalah sendiri.
Memahami hal ini dapat membantu Anda mengurangi prasangka negatif saat mereka terlihat dingin atau sulit terbuka.
Orang avoidant biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kepercayaan. Jika terus didesak untuk bercerita atau mengungkapkan emosi, mereka justru bisa semakin menjauh.
Daripada terus bertanya, berikan ruang yang cukup bagi mereka untuk menentukan kapan merasa nyaman berbagi cerita. Sikap sabar sering kali jauh lebih efektif dibandingkan tekanan emosional.
Ingat, rasa aman tidak bisa dipaksakan. Ia harus dibangun secara bertahap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022