Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 06.31 WIB

9 Tanda Bahwa Anda Menjauhkan Orang Lain Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang menjauhkan orang lain tanpa sadar / foto: Magnific/dragonimages - Image

seseorang yang menjauhkan orang lain tanpa sadar / foto: Magnific/dragonimages

JawaPos.com - Hubungan yang sehat tidak hanya bergantung pada niat baik. Terkadang, seseorang memiliki keinginan tulus untuk dekat dengan orang lain, tetapi tanpa disadari justru menunjukkan perilaku yang membuat orang menjauh. Menariknya, perilaku-perilaku ini sering kali tidak terlihat oleh diri sendiri karena sudah menjadi kebiasaan.

Dalam psikologi, interaksi sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya komunikasi, tingkat empati, hingga cara seseorang merespons emosi orang lain. Ketika faktor-faktor tersebut tidak dikelola dengan baik, orang-orang di sekitar mungkin merasa tidak nyaman, tidak dihargai, atau bahkan enggan membangun hubungan yang lebih dekat.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (2/6), terdapat sembilan tanda bahwa Anda mungkin sedang menjauhkan orang lain tanpa menyadarinya.

1. Anda Lebih Sering Mendengarkan untuk Menjawab daripada Memahami

Mendengarkan adalah fondasi dari hubungan yang kuat. Namun, banyak orang sebenarnya tidak benar-benar mendengarkan. Mereka hanya menunggu giliran untuk berbicara.

Ketika seseorang sedang bercerita dan Anda langsung memikirkan tanggapan, nasihat, atau pengalaman pribadi yang ingin dibagikan, lawan bicara dapat merasa bahwa perasaannya tidak benar-benar diperhatikan.

Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa manusia memiliki kebutuhan mendasar untuk merasa dipahami. Saat kebutuhan itu tidak terpenuhi, kedekatan emosional menjadi sulit terbentuk.

Jika orang sering terlihat enggan berbagi cerita dengan Anda, mungkin mereka merasa tidak mendapatkan ruang untuk didengar secara utuh.

2. Anda Terlalu Sering Mengkritik

Kritik memang terkadang diperlukan. Namun, jika hampir setiap percakapan berisi koreksi, komentar negatif, atau penilaian terhadap tindakan orang lain, hubungan dapat menjadi tegang.

Bahkan kritik yang dimaksudkan sebagai masukan konstruktif bisa terasa melelahkan jika diberikan terlalu sering.

Orang cenderung merasa nyaman dengan individu yang membuat mereka merasa diterima, bukan terus-menerus dievaluasi. Ketika seseorang merasa selalu dinilai, ia akan lebih berhati-hati dalam berinteraksi atau memilih menjaga jarak.

3. Anda Jarang Menunjukkan Kerentanan

Banyak orang menganggap menunjukkan kelemahan adalah tanda ketidakmampuan. Padahal, penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa keterbukaan yang sehat dapat meningkatkan kedekatan dan kepercayaan.

Jika Anda selalu terlihat sempurna, kuat, dan tidak pernah berbagi kesulitan, orang lain mungkin merasa sulit mengenal Anda secara mendalam.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore