Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 23.00 WIB

Jika Media Sosialmu Terlihat Seperti Ini, Orang-Orang Diam-Diam Sedang Menilaimu Menurut Psikologi

seseorang yang merasa hidupnya dinilai oleh orang-orang./Magnific/KamranAydinov - Image

seseorang yang merasa hidupnya dinilai oleh orang-orang./Magnific/KamranAydinov

JawaPos.com - Di era digital, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi foto atau menulis status singkat. Akun media sosial telah berubah menjadi “representasi diri” yang dilihat orang lain sebelum mereka benar-benar mengenal kita.

Banyak orang mungkin menganggap unggahan hanyalah hiburan biasa, tetapi dalam praktiknya, orang lain sering membentuk kesan, asumsi, bahkan penilaian psikologis hanya dari tampilan akun media sosial seseorang.

Menariknya, sebagian besar penilaian itu terjadi secara diam-diam. Orang jarang mengatakannya secara langsung, tetapi otak manusia memang secara alami melakukan proses “social judgment” atau penilaian sosial.

Dalam hitungan detik, seseorang bisa dianggap percaya diri, insecure, cerdas, haus validasi, dewasa, manipulatif, menyenangkan, atau bahkan tidak stabil hanya dari pola postingannya.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia cenderung menggunakan petunjuk visual dan perilaku digital untuk memahami karakter orang lain. Cara seseorang menulis caption, frekuensi upload, jenis foto, cara berdebat di komentar, sampai bagaimana ia mencari perhatian, semuanya membentuk persepsi tertentu.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (21/5), terdapat beberapa tanda tampilan media sosial yang secara psikologis membuat orang lain diam-diam menilaimu.

1. Terlalu Sering Mengunggah Pencapaian

Memang tidak ada yang salah dengan membagikan keberhasilan. Namun ketika hampir setiap unggahan berisi pencapaian, penghargaan, gaya hidup mewah, atau pencitraan sukses tanpa henti, banyak orang mulai menangkap sinyal psikologis tertentu.

Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan kebutuhan validasi eksternal. Orang yang terlalu sering memamerkan keberhasilan terkadang dianggap sedang mencari pengakuan sosial agar merasa bernilai.

Menariknya, penelitian tentang media sosial menunjukkan bahwa orang yang terlalu fokus membangun citra sempurna justru sering dipersepsikan kurang autentik. Audiens mulai merasa bahwa akun tersebut lebih mirip “etalase pencitraan” daripada kehidupan nyata.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore