Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Mei 2026 | 03.02 WIB

Orang yang Terkadang Menggulir dan Memeriksa Ponsel Mereka saat Anda Berbicara Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memeriksa ponsel saat orang lain berbicara / foto: Magnific/thanyakij-12 - Image

seseorang yang memeriksa ponsel saat orang lain berbicara / foto: Magnific/thanyakij-12

JawaPos.com - Di era digital saat ini, hampir semua orang membawa ponsel ke mana pun mereka pergi. Kebiasaan mengecek ponsel saat sedang berbicara dengan orang lain menjadi hal yang semakin umum. Namun, dalam perspektif psikologi, perilaku ini tidak selalu sekadar “kebiasaan buruk”—ia bisa mencerminkan pola perhatian, kepribadian, hingga cara seseorang memproses interaksi sosial.

Penting untuk dicatat: tidak semua orang yang sesekali melihat ponsel saat berbicara otomatis memiliki karakter tertentu. Konteks sangat berpengaruh—misalnya notifikasi penting, pekerjaan, atau kondisi darurat. Namun jika kebiasaan ini sering terjadi, psikologi sosial dan kepribadian memberikan beberapa pola yang menarik untuk dipahami.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (15/5), terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang kerap menggulir ponsel saat percakapan berlangsung.

1. Tingkat Fokus Tersebar (Divided Attention yang Tinggi)

Sebagian orang memang terbiasa membagi perhatian antara beberapa stimulus sekaligus. Dalam psikologi kognitif, ini dikenal sebagai multitasking attention style.

Orang dengan kecenderungan ini sering merasa mampu mengikuti percakapan sambil tetap memantau hal lain seperti pesan masuk, media sosial, atau notifikasi kerja. Namun, penelitian menunjukkan bahwa otak manusia sebenarnya tidak benar-benar multitasking, melainkan berpindah fokus dengan cepat.

Akibatnya, orang dengan gaya perhatian seperti ini:

Mudah terdistraksi
Sering “setengah mendengarkan”
Merasa tetap produktif meski perhatian terbagi

2. Kecemasan Sosial Ringan atau Ketidaknyamanan dalam Interaksi

Pada beberapa kasus, penggunaan ponsel saat berbicara bisa menjadi mekanisme “pelarian halus” dari situasi sosial yang terasa kurang nyaman.

Ini tidak selalu berarti gangguan kecemasan sosial, tetapi bisa berupa:

Rasa canggung dalam percakapan mendalam
Kesulitan mempertahankan kontak mata
Ketidaknyamanan saat terjadi keheningan

Ponsel menjadi “alat aman” untuk mengisi jeda atau mengurangi tekanan sosial.

3. Ketergantungan pada Stimulasi Instan

Media sosial, pesan instan, dan aplikasi hiburan melatih otak untuk terbiasa dengan rangsangan cepat dan berulang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore