
Ilustrasi seorang remaja yang sedang membaca buku./ (The Conversation)
JawaPos.com — Perdebatan antara membaca buku, menonton serial, atau bermain gim digital semakin relevan di era hiburan serba cepat.
Namun, dari sudut pandang ilmu saraf, setiap aktivitas tersebut tidak memiliki dampak yang sama terhadap perkembangan otak, terutama pada usia remaja.
Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan neurologis manusia. Pada periode ini, otak masih mengalami reorganisasi besar-besaran yang memengaruhi kemampuan berpikir, mengontrol emosi, hingga mengambil keputusan jangka panjang.
Salah satu bagian otak yang berperan besar dalam proses ini adalah prefrontal cortex, yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif seperti fokus, perencanaan, dan pengendalian diri. Aktivitas yang menstimulasi area ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas kognitif seseorang.
Dilansir dari The Conversation, Senin (11/5), membaca bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan proses kognitif kompleks yang dapat membentuk cara kerja otak remaja, terutama dalam membangun konsentrasi, pemahaman, serta kemampuan berpikir kritis.
1. Membaca sebagai Latihan Kompleks bagi Otak Remaja
Membaca teks panjang bukan aktivitas pasif, melainkan latihan mental yang intens. Otak remaja harus mempertahankan fokus, mengingat informasi sebelumnya, serta menghubungkan ide satu dengan lainnya. Proses ini melibatkan banyak jaringan saraf secara simultan
Selain itu, pembaca juga dituntut untuk memahami alur cerita atau argumen secara menyeluruh. Hal ini melatih kemampuan analisis yang sedang berkembang di usia remaja.
Dibandingkan hiburan instan, membaca membutuhkan usaha awal yang lebih besar sebelum memberikan kepuasan kognitif.
2. Peran Prefrontal Cortex dalam Konsentrasi dan Kontrol Diri

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
