
seseorang yang selangkah lebih maju daripada orang lain / freepik
JawaPos.com - Tidur sering dianggap sebagai “waktu istirahat” semata. Padahal, dalam perspektif psikologi, kualitas tidur adalah fondasi penting bagi kesehatan mental, produktivitas, hingga kemampuan mengambil keputusan. Banyak orang berusaha memperbaiki hidupnya dengan bangun lebih pagi, bekerja lebih keras, atau belajar lebih banyak—tetapi melupakan satu hal mendasar: apa yang mereka lakukan sebelum tidur.
Kebiasaan malam hari memiliki dampak besar pada cara otak memproses emosi, menyimpan memori, dan mempersiapkan tubuh untuk hari berikutnya. Jika Anda mampu menghindari beberapa kebiasaan buruk berikut ini, Anda sebenarnya sudah berada selangkah lebih maju dibandingkan kebanyakan orang.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (28/4), terdapat 9 kebiasaan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur menurut psikologi:
1. Menggunakan Gadget Secara Berlebihan
Paparan cahaya biru dari layar ponsel, tablet, atau laptop dapat mengganggu produksi melatonin—hormon yang membantu Anda tidur. Secara psikologis, scrolling tanpa henti juga membuat otak tetap “aktif”, sehingga sulit masuk ke fase relaksasi.
Selain itu, konsumsi konten (media sosial, berita, atau video) sering kali memicu emosi seperti cemas, iri, atau overthinking—semua ini tidak ideal menjelang tidur.
2. Memikirkan Masalah Tanpa Solusi
Banyak orang menggunakan waktu sebelum tidur untuk “merenung”, tetapi sering kali berubah menjadi overthinking. Otak cenderung memperbesar masalah saat malam hari karena minim distraksi.
Psikologi menyebut ini sebagai rumination, yaitu pola berpikir berulang yang tidak produktif. Alih-alih menyelesaikan masalah, ini justru meningkatkan stres dan mengganggu kualitas tidur.
3. Mengonsumsi Kafein Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
Kafein tidak hanya membuat Anda terjaga, tetapi juga memengaruhi kedalaman tidur. Bahkan jika Anda merasa bisa tidur setelah minum kopi, kualitas tidur Anda kemungkinan tetap menurun.
Dalam jangka panjang, ini dapat memengaruhi konsentrasi, mood, dan kemampuan kognitif.
4. Membawa Pekerjaan ke Tempat Tidur
Tempat tidur seharusnya diasosiasikan dengan istirahat, bukan stres atau tekanan. Jika Anda sering bekerja di tempat tidur, otak akan mulai mengaitkan ruang tersebut dengan aktivitas mental yang intens.
Akibatnya, ketika Anda ingin tidur, pikiran tetap berada dalam “mode kerja”.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
