
seseorang yang menua dengan anggun. (Freepik/pressfoto)
JawaPos.com - Menua adalah proses yang tidak bisa dihindari, tetapi cara seseorang menjalaninya bisa sangat berbeda.
Ada orang yang tampak semakin matang, tenang, dan “bercahaya” seiring bertambahnya usia—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan mental.
Dalam psikologi, fenomena ini sering disebut sebagai aging gracefully atau menua dengan anggun.
Menariknya, orang-orang yang berhasil menua dengan cara seperti ini biasanya tidak sampai di titik tersebut secara kebetulan.
DIlansir dari Expert Editor, terdapat delapan ciri kepribadian yang sering ditemukan pada mereka.
1. Menerima Diri Apa Adanya
Salah satu fondasi utama dari penuaan yang anggun adalah penerimaan diri. Orang-orang ini tidak menghabiskan energi untuk melawan kenyataan bahwa mereka menua. Mereka memahami perubahan fisik dan emosional sebagai bagian alami dari kehidupan.
Alih-alih terobsesi dengan “menjadi muda kembali,” mereka fokus pada menjadi versi terbaik dari diri mereka saat ini. Sikap ini membuat mereka lebih damai dan tidak mudah frustrasi.
2. Fleksibel dan Terbuka terhadap Perubahan
Dunia terus berubah, dan orang yang menua dengan baik tahu bahwa mereka harus ikut beradaptasi. Mereka tidak kaku dalam pola pikir atau kebiasaan.
Secara psikologis, ini disebut sebagai openness to experience. Mereka tetap ingin belajar hal baru, mencoba teknologi, memahami generasi muda, dan tidak terjebak dalam nostalgia berlebihan.
3. Memiliki Regulasi Emosi yang Baik
Seiring bertambahnya usia, tantangan hidup tidak selalu berkurang—bahkan bisa bertambah. Namun, mereka yang menua dengan anggun biasanya memiliki kemampuan mengelola emosi yang kuat.
Mereka tidak mudah meledak, tidak reaktif berlebihan, dan mampu melihat situasi dengan perspektif yang lebih luas. Ini membuat hubungan sosial mereka tetap sehat dan stabil.
4. Bersyukur dan Fokus pada Hal Positif
Orang-orang ini cenderung memiliki rasa syukur yang tinggi. Mereka tidak terus-menerus membandingkan diri dengan masa lalu atau orang lain.
Dalam psikologi positif, kebiasaan bersyukur terbukti meningkatkan kesejahteraan mental. Mereka lebih fokus pada apa yang masih dimiliki, bukan yang sudah hilang.
5. Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas
Menua dengan anggun bukan berarti berhenti berkembang. Justru, banyak dari mereka tetap memiliki tujuan hidup, meskipun bentuknya mungkin berubah.
Tujuan ini bisa berupa kontribusi sosial, keluarga, spiritualitas, atau pengembangan diri. Memiliki “alasan untuk bangun pagi” membuat hidup terasa bermakna di setiap fase usia.
6. Menjaga Hubungan Sosial yang Sehat
Kesepian adalah salah satu tantangan terbesar dalam proses penuaan. Orang yang menua dengan baik biasanya aktif menjaga hubungan dengan keluarga, teman, atau komunitas.
Mereka juga cenderung selektif—lebih memilih hubungan yang berkualitas daripada sekadar banyak. Koneksi emosional ini menjadi sumber kebahagiaan dan dukungan psikologis.
7. Tidak Terlalu Terikat pada Ego
Seiring bertambahnya usia, mereka belajar untuk “melepas” banyak hal—termasuk kebutuhan untuk selalu benar atau diakui.
Mereka lebih rendah hati, tidak defensif, dan mampu menerima kritik. Ini membuat mereka lebih mudah beradaptasi dan lebih disukai oleh orang lain.
8. Mampu Menemukan Makna dalam Setiap Fase Kehidupan
Orang yang menua dengan anggun tidak melihat usia sebagai penurunan, tetapi sebagai evolusi. Mereka mampu menemukan makna dalam pengalaman—baik yang menyenangkan maupun yang sulit.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan meaning-making, yaitu kemampuan memberi arti pada pengalaman hidup. Mereka melihat perjalanan hidup sebagai sesuatu yang utuh, bukan sekadar kumpulan kehilangan.
Menua dengan anggun bukan soal keberuntungan genetik atau kondisi eksternal semata. Ini adalah hasil dari cara berpikir, kebiasaan emosional, dan pilihan sikap yang dibangun לאורך waktu.
Kabar baiknya, delapan ciri kepribadian ini bukan sesuatu yang “bawaan lahir” saja—semuanya bisa dilatih. Artinya, siapa pun punya peluang untuk tidak hanya menua… tetapi menua dengan penuh kedamaian, makna, dan keanggunan.
***

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
