Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 02.41 WIB

Jika Seseorang Sering Melakukan 5 Hal Kecil Ini, Itu Bisa Jadi Tanda Pasif-Agresif yang Diam-Diam Merusak Hubungan

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan sikap pasif-agresif. Foto: (Your Tango) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan sikap pasif-agresif. Foto: (Your Tango)

JawaPos.com — Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua konflik muncul dalam bentuk kemarahan yang terbuka. Ada orang yang justru menunjukkan ketidaksenangan melalui cara-cara halus yang sulit dikenali, namun tetap berdampak pada hubungan sosial dan profesional.

Perilaku seperti ini sering kali membuat orang di sekitarnya merasa tidak nyaman tanpa benar-benar memahami penyebabnya. Situasi tersebut dapat terjadi di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan dalam keluarga, sehingga sulit dibedakan apakah itu sekadar sikap biasa atau bentuk manipulasi emosional.

Secara psikologis, perilaku pasif-agresif merupakan bentuk ekspresi kemarahan secara tidak langsung, seperti sindiran halus, sikap dingin, atau tindakan yang sengaja menghambat tugas. Kondisi ini sering tidak disadari oleh pelaku maupun korban, sehingga terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.

Dilansir dari Your Tango, Senin (27/4), perilaku pasif-agresif dapat muncul dalam bentuk tindakan kecil yang berulang, seperti sindiran terselubung, diam yang disengaja, hingga ketidakmauan menyelesaikan tugas. 

Studi juga menunjukkan bahwa pola ini sering menjadi sumber konflik interpersonal yang tidak terselesaikan karena sifatnya yang tidak langsung. Untuk lebih jelasnya, berikut lima perilaku yang menunjukkan tanda pasif agresif pada seseorang:

1. Memberi Perlakuan ‘Mendiamkan’ atau ‘Silent Treatment’ yang Tidak Konsisten

Perilaku ini tidak selalu berupa mengabaikan secara total, tetapi bisa berbentuk respons yang tidak konsisten. 

Seseorang mungkin sesekali tidak merespons sapaan atau komentar tanpa alasan yang jelas. Hal ini membuat orang lain bingung apakah itu disengaja atau kebetulan.

Dalam lingkungan kerja, sikap ini dapat terlihat ketika seseorang tidak mengakui kehadiran atau kontribusi rekan tertentu. 

Karena tidak terjadi secara terus-menerus, perilaku ini sulit dibuktikan namun tetap meninggalkan kesan negatif. Akibatnya, hubungan profesional menjadi canggung dan tidak nyaman.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore