Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 10.05 WIB

7 Keterampilan yang Dulu Universal, Kini Langka dan Terlihat Seperti Keahlian Khusus

seseorang yang memiliki keterampilan khusus./Freepik/benzoix - Image

seseorang yang memiliki keterampilan khusus./Freepik/benzoix

JawaPos.com - Dunia berubah lebih cepat dari sebelumnya. Teknologi, gaya hidup, dan sistem sosial telah menggeser banyak kebiasaan manusia.

Akibatnya, sejumlah keterampilan yang dulu dianggap biasa—bahkan wajib dimiliki hampir semua orang—kini justru menjadi langka. Ironisnya, ketika seseorang masih memilikinya, ia sering dianggap “berbakat” atau memiliki keahlian khusus.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (20/4), terdapat tujuh keterampilan tersebut beserta penjelasannya.

1. Menghafal Tanpa Bantuan Alat

Sebelum era smartphone, kemampuan menghafal adalah kebutuhan sehari-hari. Orang mengingat nomor telepon, alamat, jadwal, bahkan rute perjalanan tanpa bantuan aplikasi.

Kini, hampir semua informasi tersimpan di perangkat digital. Akibatnya, kemampuan menghafal melemah. Seseorang yang mampu mengingat banyak hal—misalnya nomor telepon atau detail percakapan—sering dianggap memiliki daya ingat luar biasa, padahal dulu itu hal biasa.

2. Fokus Mendalam dalam Waktu Lama

Dulu, membaca buku berjam-jam atau mengerjakan satu tugas tanpa gangguan adalah kebiasaan umum. Tidak ada notifikasi, media sosial, atau distraksi digital yang terus-menerus menarik perhatian.

Sekarang, kemampuan untuk benar-benar fokus selama satu atau dua jam tanpa mengecek ponsel terasa seperti “superpower”. Padahal, ini adalah keterampilan dasar yang dulu dimiliki hampir semua orang.

3. Navigasi Tanpa GPS

Sebelum adanya aplikasi peta digital, orang mengandalkan ingatan, peta kertas, atau bertanya kepada orang lain untuk menemukan jalan.

Hari ini, banyak orang merasa tersesat hanya karena sinyal hilang. Kemampuan membaca arah, memahami peta, dan mengingat rute kini menjadi langka—dan sering dianggap sebagai keahlian khusus.

4. Komunikasi Tatap Muka yang Mendalam

Percakapan panjang dan bermakna dulu adalah bagian penting dari kehidupan sosial. Orang terbiasa mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespons dengan empati.

Sekarang, komunikasi sering dipersingkat menjadi pesan singkat, emoji, atau voice note. Mereka yang mampu berbicara dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan membangun koneksi emosional secara langsung sering terlihat sangat menonjol.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore