
manipulasi emosional dalam hubungan./pexels.com
JawaPos.com – Tidak semua manipulasi emosional terlihat jelas. Justru, banyak pelaku menggunakan kalimat yang terdengar biasa, bahkan terkesan peduli, namun sebenarnya perlahan membuat seseorang merasa kecil, ragu, dan kehilangan kepercayaan diri.
Manipulasi emosional sering terjadi dalam hubungan sehari-hari, baik dalam pertemanan, keluarga, hingga hubungan romantis.
Tanpa disadari, korban bisa terjebak dalam pola komunikasi yang tidak sehat dan terus-menerus melemahkan dirinya sendiri.
Melansir dari laman Yourtango pada Rabu (08/04), menyebutkan sebelas kalimat halus yang sering digunakan sebagai bentuk manipulasi emosional.
Manipulasi seperti gaslighting menjadi salah satu teknik paling umum. Teknik ini membuat seseorang meragukan kenyataan, mengingat, bahkan perasaan mereka sendiri.
Menurut penelitian dalam journal of social and personal relationships, manipulasi emosional berkaitan erat dengan kontrol psikologis yang dapat berdampak pada kesehatan mental, termasuk kecemasan dan penurunan harga diri.
Berikut 11 kalimat halus yang sering digunakan sebagai bentuk manipulasi emosional:
1. Kamu terlalu sensitif
Kalimat ini membuat emosi anda terlihat tidak sah, seolah anda bertindak berlebihan dalam segala sesuatu.
2. Kamu lebay / bereaksi berlebihan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022