
seseorang yang dianggap remeh karena setia./Freepik/user25451090
JawaPos.com - Kesetiaan adalah salah satu kualitas paling berharga dalam hubungan—baik itu persahabatan, keluarga, maupun percintaan. Namun ironisnya, orang-orang yang paling setia justru sering kali tidak dihargai sebagaimana mestinya. Dalam banyak kasus, mereka malah dianggap biasa saja, diabaikan, atau bahkan dimanfaatkan.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan dapat dijelaskan melalui berbagai perspektif psikologi.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (29/3), terdapat tujuh alasan utama mengapa orang yang paling setia seringkali dianggap remeh.
1. Efek “Selalu Ada” (Availability Bias)
Dalam psikologi, ada kecenderungan manusia untuk meremehkan sesuatu yang selalu tersedia. Orang yang setia cenderung selalu ada—baik dalam kondisi senang maupun sulit. Karena kehadiran mereka terasa “pasti,” orang lain jadi menganggapnya sebagai hal yang biasa.
Ketika seseorang tidak pernah pergi, orang lain sering lupa bagaimana rasanya kehilangan. Akibatnya, nilai kehadiran tersebut menjadi tidak terlihat.
2. Kurangnya Tantangan Emosional
Manusia secara alami tertarik pada hal yang menantang atau sulit didapat. Orang yang setia biasanya stabil, konsisten, dan tidak menciptakan drama. Sayangnya, dalam beberapa konteks hubungan, hal ini justru dianggap “kurang menarik.”
Secara psikologis, otak kita lebih mudah terstimulasi oleh ketidakpastian dibandingkan kestabilan. Inilah mengapa orang yang setia sering kalah “menarik” dibandingkan mereka yang sulit ditebak.
3. Adaptasi Hedonis (Hedonic Adaptation)
Adaptasi hedonis adalah fenomena di mana seseorang cepat terbiasa dengan hal-hal baik dalam hidupnya. Ketika seseorang memiliki pasangan atau teman yang setia, lama-kelamaan kesetiaan itu dianggap sebagai standar, bukan lagi sesuatu yang istimewa.
Akibatnya, apresiasi menurun karena hal baik tersebut sudah terasa “normal.”
4. Kesetiaan Dianggap Sebagai Kelemahan
Dalam beberapa pola pikir, terutama yang dipengaruhi pengalaman buruk atau budaya tertentu, kesetiaan bisa disalahartikan sebagai ketergantungan atau kelemahan.
Orang yang setia sering dianggap “tidak punya pilihan lain” atau “takut kehilangan,” padahal sebenarnya mereka memilih untuk tetap bertahan karena nilai dan prinsip.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
