Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 15.28 WIB

Orang yang Mengatakan “Saya Baik-Baik Saja” Padahal Tidak, Biasanya Memiliki 8 Kebiasaan Menekan Emosi Menurut Psikologi

seseorang yang selalu berkata baik-baik saja / freepik - Image

seseorang yang selalu berkata baik-baik saja / freepik

JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar seseorang berkata, “Saya baik-baik saja.” Kalimat ini terdengar sederhana, bahkan meyakinkan. Namun, dalam banyak kasus, ucapan tersebut justru menjadi tameng untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Tidak semua orang nyaman mengungkapkan emosi mereka secara terbuka. Ada yang memilih untuk menekan, menghindari, atau bahkan mengabaikan perasaan mereka sendiri.

Menurut psikologi, kebiasaan menekan emosi bukanlah sesuatu yang sepele. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, bahkan kondisi fisik seseorang. Orang yang terbiasa mengatakan “saya baik-baik saja” padahal tidak, biasanya memiliki pola perilaku tertentu yang tanpa sadar memperkuat kebiasaan tersebut.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat delapan kebiasaan umum yang sering dimiliki oleh mereka yang menekan emosi.

1. Menghindari Pembicaraan yang Mendalam

Orang yang menekan emosi cenderung menghindari percakapan yang terlalu personal atau mendalam. Ketika topik mulai menyentuh perasaan atau pengalaman pribadi, mereka akan mengalihkan pembicaraan, membuat lelucon, atau memberikan jawaban singkat.

Hal ini dilakukan sebagai mekanisme pertahanan diri. Dengan tidak membahas emosi, mereka merasa lebih aman dan terhindar dari rasa tidak nyaman.

2. Terbiasa Memendam Perasaan Sendiri

Alih-alih berbagi dengan orang lain, mereka memilih untuk menyimpan semuanya sendiri. Mereka mungkin merasa bahwa tidak ada yang benar-benar akan mengerti, atau takut dianggap lemah jika menunjukkan emosi.

Padahal, memendam perasaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tekanan batin yang semakin menumpuk.

3. Selalu Berusaha Terlihat Kuat

Mereka sering menampilkan citra diri yang kuat, mandiri, dan tidak mudah goyah. Di mata orang lain, mereka tampak baik-baik saja—bahkan terlihat “lebih kuat” dibandingkan kebanyakan orang.

Namun di balik itu, ada tekanan besar untuk mempertahankan citra tersebut. Mereka merasa tidak memiliki ruang untuk terlihat rapuh.

4. Menggunakan Humor sebagai Pelarian

Humor sering menjadi cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit emosional. Orang yang menekan emosi kerap menggunakan candaan untuk menutupi kesedihan, kecemasan, atau kekecewaan.

Sekilas terlihat menyenangkan, tetapi jika terus digunakan sebagai pelarian, humor dapat menjadi penghalang untuk menghadapi emosi yang sebenarnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore