
seseorang yang tidak pernah membeli barang untuk pamer. (Freepik/mego-studio)
JawaPos.com - Dalam dunia yang semakin konsumtif, “kelas” sering kali disalahartikan sebagai kemampuan membeli barang mahal. Padahal, dalam psikologi, berkelas bukan tentang harga—melainkan tentang kesadaran diri, nilai hidup, dan cara seseorang memandang dunia.
Menariknya, orang-orang yang benar-benar berkelas justru dikenal dari hal-hal yang tidak mereka lakukan, termasuk apa yang mereka pilih untuk tidak beli. Pilihan ini bukan karena tidak mampu, tetapi karena mereka memahami makna di balik setiap keputusan.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 hal yang cenderung tidak pernah dibeli oleh orang-orang yang benar-benar berkelas menurut perspektif psikologi:
1. Barang Hanya untuk Pamer Status
Orang berkelas tidak membeli sesuatu hanya untuk terlihat “wah” di mata orang lain.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self-worth internal vs eksternal. Orang yang bergantung pada validasi eksternal cenderung membeli barang mahal demi pengakuan sosial. Sebaliknya, individu berkelas memiliki harga diri yang stabil dari dalam.
Mereka tidak merasa perlu:
Membeli barang hanya karena tren
Memamerkan logo besar
Mengukur nilai diri dari harga barang
Bagi mereka, nilai sejati tidak bisa dibeli.
2. Barang Tiruan atau Palsu
Menariknya, bukan hanya barang mahal yang mereka hindari—barang palsu juga termasuk.
Secara psikologis, ini berkaitan dengan integritas diri. Orang berkelas menghargai keaslian, baik dalam identitas maupun kepemilikan.
Membeli barang palsu menunjukkan:
Keinginan terlihat seperti sesuatu yang bukan dirinya
Ketidaknyamanan dengan kondisi diri sendiri
Orang berkelas lebih memilih:
