
Ilustrasi post holiday blues/freepik
JawaPos.com - Libur panjang usai lebaran ternyata bisa berdampak secara psikologis bagi seseorang.
Suasana libur lebaran yang seru, penuh euforia, dan menyenangkan dapat membawa dampak positif serta meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan mental.
Namun, di sisi lain hal tersebut juga bisa memicu sindrom post holiday blues, dimana anda akan merasa malas bekerja, sulit berkonsentrasi, insomnia, sampai perasaan hampa di tempat kerja.
Bayang-bayang pekerjaan yang padat, bisa menjadi momok menakutkan untuk kembali beraktivitas. Akibatnya, produktivitas menurun dan proses adaptasi dengan lingkungan kerja menjadi lebih sulit.
Untuk mengatasinya, dan agar kondisi post holiday blues bisa anda sikapi dengan lebih bijak, ada beberapa tips yang perlu anda ketahui.
Dengan begitu, energi positif anda setelah liburan bisa diarahkan pada aktivitas yang lebih produktif tanpa terjebak pada perasaan post holiday blues.
Melansir informasi dari laman dinkes.bandaacehkota.go.id dan www.unesa.ac.id berikut cara mengatasi post holiday blues.
Temukan motivasi
Merubah mindset liburan menjadi sesuatu yang lebih produktif perlu anda lakukan. Jadikan momen pulang kampung dan bertemu keluarga besar sebagai dorongan anda untuk meraih kesuksesan.
Dengan bekerja lebih giat dan produktif, anda bisa membahagiakan orang-orang tersayang dan kembali ke kampung halaman dengan kesuksesan.
Mulai dengan perlahan
Suasana liburan pasti masih terasa di hari pertama bekerja. Oleh karena itu, mulailah dengan perlahan dan sesuaikan jadwal anda dengan rutinitas. Tetapkan target yang masuk akal untuk bekerja agar anda bisa kembali terbiasa, dan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga melalui telepon atau pesan.
Ingat tugas dan kewajiban anda
