
Orang yang hanya mengejar status. (freepik)
JawaPos.com - Melihat seseorang memamerkan barang bermerek atau promosi jabatan sering disalahartikan sebagai kesuksesan.
Padahal, sejatinya sukses tak selalu berkaitan dengan kemewahan dan gemerlap.
Banyak orang terjebak untuk mengejar status dan validasi dari banyak orang, meski tak ada yang meminta.
Gelagat ini biasanya ditunjukkan dalam delapan tanda. Apakah saja itu? Dilansir dari Geediting, mari mengetahui tanda orang yang hanya mengejar status dan bukan kesuksesan yang sebenarnya.
Terobsesi penampilan
Semua orang ingin tampil menarik. Namun, jika seseorang lebih fokus pada merek pakaian daripada kualitas kerja, ini adalah tanda bahaya.
Mereka akan lebih sibuk menjaga citra mereka ketimbang bekerja keras untuk meraih kesuksesan.
Obsesi ini bukan hanya soal penampilan diri saja, tetapi menunjukkan validasi lewat media sosial yang ditampilkan dengan framing sempurna dan menyebut nama orang penting, meski tak berkaitan langsung.
Ketergantungan validasi
Sukses sejati ada pada kepuasaan dan pencapaian pribadi, bukan pada tepuk tangan orang lain.
Jika harga diri seseorang bergantung pada persepsi orang lain, mereka hanya sosok yang mengejar status semata. Hal ini ditunjukkan dalam perilaku seseorang yang lebih peduli jumlah pengikut di media sosial daripada kemajuan bisnisnya.
Persaingan berlebihan
Manusia memang kompetitif, tapi jika berlebihan, ini adalah tanda mengejar status.
Mereka melihat sukses sebagai permainan di mana kemenangan mereka berarti kekalahan orang lain.
