
seseorang yang dihormati oleh anak yang telah dewasa. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Justru pada fase dewasa, dinamika hubungan ini sering berubah secara signifikan. Ada orang tua yang tetap dihormati, didengarkan, dan disayangi oleh anak-anaknya yang sudah dewasa. Namun ada juga yang justru merasa dimanfaatkan—dihubungi hanya saat butuh bantuan uang, tenaga, atau dukungan, tanpa adanya respek yang seimbang.
Menurut berbagai penelitian dalam bidang Psikologi Keluarga dan Psikologi Perkembangan, perbedaan ini sering kali bukan hanya soal karakter anak. Pola hubungan yang dibangun sejak lama, terutama soal batasan (boundaries), memainkan peran yang sangat besar.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan batasan penting yang secara psikologis memisahkan orang tua yang dihormati oleh anak-anak dewasanya dari mereka yang justru sering dimanfaatkan.
1. Batasan antara membantu dan memanjakan
Orang tua yang dihormati biasanya memahami perbedaan antara mendukung dan memanjakan.
Mendukung berarti membantu anak berkembang dan mandiri. Memanjakan berarti terus menyelesaikan masalah anak, bahkan ketika mereka sudah cukup dewasa untuk melakukannya sendiri.
Dalam perspektif Psikologi Perkembangan, terlalu banyak memanjakan dapat menciptakan pola ketergantungan. Anak terbiasa berpikir bahwa orang tua akan selalu menyelesaikan masalah mereka.
Sebaliknya, orang tua yang membantu secara sehat biasanya berkata seperti:
“Aku bisa membantumu mencari solusi, tapi kamu yang harus mengambil langkahnya.”
“Aku percaya kamu bisa menanganinya.”
Hasilnya, anak belajar bertanggung jawab—dan menghormati orang tua sebagai figur yang membimbing, bukan sekadar sumber bantuan.
2. Batasan antara kasih sayang dan pengorbanan tanpa batas
Kasih sayang yang sehat memiliki batas. Pengorbanan tanpa batas sering kali mengarah pada kelelahan emosional.
Dalam Psikologi Keluarga, fenomena ini sering disebut parental overfunctioning—ketika orang tua terus memberi lebih dari yang sehat demi menjaga hubungan.
Orang tua yang selalu berkata “tidak apa-apa, asal anak bahagia” sering kali tanpa sadar mengirim pesan bahwa kebutuhan mereka sendiri tidak penting.
Sebaliknya, orang tua yang dihormati mampu mengatakan:
“Aku ingin membantu, tapi aku juga perlu menjaga diriku sendiri.”

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
