Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Maret 2026 | 22.50 WIB

8 Batasan yang Memisahkan Orang Tua yang Dihormati Anak Dewasa dari Orang Tua yang Dimanfaatkan Menurut Psikologi

seseorang yang dihormati oleh anak yang telah dewasa. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang dihormati oleh anak yang telah dewasa. (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Justru pada fase dewasa, dinamika hubungan ini sering berubah secara signifikan. Ada orang tua yang tetap dihormati, didengarkan, dan disayangi oleh anak-anaknya yang sudah dewasa. Namun ada juga yang justru merasa dimanfaatkan—dihubungi hanya saat butuh bantuan uang, tenaga, atau dukungan, tanpa adanya respek yang seimbang.

Menurut berbagai penelitian dalam bidang Psikologi Keluarga dan Psikologi Perkembangan, perbedaan ini sering kali bukan hanya soal karakter anak. Pola hubungan yang dibangun sejak lama, terutama soal batasan (boundaries), memainkan peran yang sangat besar.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan batasan penting yang secara psikologis memisahkan orang tua yang dihormati oleh anak-anak dewasanya dari mereka yang justru sering dimanfaatkan.

1. Batasan antara membantu dan memanjakan

Orang tua yang dihormati biasanya memahami perbedaan antara mendukung dan memanjakan.

Mendukung berarti membantu anak berkembang dan mandiri. Memanjakan berarti terus menyelesaikan masalah anak, bahkan ketika mereka sudah cukup dewasa untuk melakukannya sendiri.

Dalam perspektif Psikologi Perkembangan, terlalu banyak memanjakan dapat menciptakan pola ketergantungan. Anak terbiasa berpikir bahwa orang tua akan selalu menyelesaikan masalah mereka.

Sebaliknya, orang tua yang membantu secara sehat biasanya berkata seperti:

“Aku bisa membantumu mencari solusi, tapi kamu yang harus mengambil langkahnya.”

“Aku percaya kamu bisa menanganinya.”

Hasilnya, anak belajar bertanggung jawab—dan menghormati orang tua sebagai figur yang membimbing, bukan sekadar sumber bantuan.

2. Batasan antara kasih sayang dan pengorbanan tanpa batas

Kasih sayang yang sehat memiliki batas. Pengorbanan tanpa batas sering kali mengarah pada kelelahan emosional.

Dalam Psikologi Keluarga, fenomena ini sering disebut parental overfunctioning—ketika orang tua terus memberi lebih dari yang sehat demi menjaga hubungan.

Orang tua yang selalu berkata “tidak apa-apa, asal anak bahagia” sering kali tanpa sadar mengirim pesan bahwa kebutuhan mereka sendiri tidak penting.

Sebaliknya, orang tua yang dihormati mampu mengatakan:

“Aku ingin membantu, tapi aku juga perlu menjaga diriku sendiri.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore