Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Februari 2026 | 04.20 WIB

Kerap Membersihkan Rumah Saat Stres? Biasanya Terkait dengan 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membersihkan rumah saat stres./ Freepik/ke1150sb

JawaPos.com - Psikologi mengatakan bahwa keinginan untuk membersihkan saat stres bukan sekadar kebiasaan iseng atau “biar kelihatan sibuk”.

Dalam banyak kasus, dorongan ini adalah respons emosional yang dalam—cara otak mencari kembali rasa kendali ketika situasi terasa kacau.

Banyak orang menganggap kebiasaan ini hanya berkaitan dengan perfeksionisme atau sifat cerewet.

Padahal, penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa perilaku membersihkan saat stres sering terhubung dengan ciri-ciri kepribadian yang jarang disadari.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (22/2), terdapat 7 ciri kepribadian yang sering berkaitan dengan kebiasaan membersihkan saat stres:

1. Kebutuhan Tinggi Akan Rasa Kendali (Need for Control)

Ketika hidup terasa tidak pasti—deadline menumpuk, konflik hubungan, tekanan pekerjaan—otak mencari sesuatu yang bisa dikendalikan. Membersihkan adalah tindakan konkret dengan hasil yang langsung terlihat.

Menurut teori dalam buku The Willpower Instinct karya Kelly McGonigal, manusia cenderung melakukan tindakan kecil yang memberi rasa keberhasilan saat stres meningkat.

Membersihkan meja, menyapu lantai, atau merapikan lemari memberi sinyal pada otak: “Aku masih punya kendali.”

Orang dengan kebutuhan kontrol tinggi sering menggunakan kebersihan sebagai jangkar emosional.

2. Perfeksionisme yang Terselubung

Perfeksionisme tidak selalu tampil dalam bentuk standar tinggi terhadap prestasi akademik atau pekerjaan. Pada sebagian orang, ia muncul dalam bentuk kebutuhan lingkungan yang rapi dan teratur.

Perfeksionisme ini sering bukan tentang kesempurnaan visual, tetapi tentang ketenangan batin. Lingkungan yang berantakan bisa memicu kecemasan internal.

Dalam kerangka Personality and Individual Differences, perfeksionisme dikaitkan dengan sensitivitas tinggi terhadap ketidakteraturan. Membersihkan menjadi cara untuk “menenangkan” sistem saraf.

3. Sensitivitas Emosional Tinggi (High Emotional Reactivity)

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore