Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Februari 2026 | 04.18 WIB

Orang Bisa Duduk dalam Keheningan Total Tanpa Meraih Ponsel Mereka, Biasanya Memiliki 8 Kualitas Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bisa duduk dalam keheningan total./Freepik/lifeforstock

JawaPos.com - Di era notifikasi tanpa henti, duduk dalam keheningan selama beberapa menit saja terasa seperti tantangan besar.

Banyak orang secara refleks meraih ponsel saat antre, menunggu teman, atau bahkan ketika hanya ada jeda beberapa detik dalam percakapan.

Namun, menurut berbagai temuan dalam psikologi, mereka yang mampu duduk dalam keheningan total tanpa merasa gelisah atau terdorong membuka ponsel biasanya memiliki kualitas mental dan emosional tertentu. Keheningan bagi mereka bukan ancaman, melainkan ruang.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (22/2), terdapat delapan kualitas yang umumnya mereka miliki:

Individu yang nyaman dalam keheningan biasanya memiliki tingkat kesadaran diri yang kuat. Konsep ini banyak dibahas oleh psikolog seperti Daniel Goleman dalam teori kecerdasan emosionalnya.

Mereka mampu menyadari apa yang mereka rasakan tanpa perlu mengalihkan perhatian. Ketika rasa bosan muncul, mereka mengenalinya. Ketika kecemasan datang, mereka mengamatinya—bukan langsung melarikan diri ke distraksi digital.

Kesadaran diri membuat mereka tidak takut berada “sendirian” dengan pikiran mereka sendiri.

Keheningan sering kali memperbesar emosi. Tanpa distraksi, pikiran bisa menjadi lebih keras. Orang yang tidak tergoda membuka ponsel biasanya memiliki kemampuan regulasi emosi yang stabil.

Dalam psikologi modern, kemampuan ini sering dikaitkan dengan praktik mindfulness yang dipopulerkan oleh Jon Kabat-Zinn. Regulasi emosi memungkinkan seseorang merasakan emosi tanpa bereaksi secara impulsif.

Mereka tidak membutuhkan pelarian cepat untuk meredakan ketidaknyamanan sesaat.

3. Toleransi terhadap Kebosanan

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa toleransi terhadap kebosanan berkaitan dengan kreativitas dan ketahanan mental. Ketika seseorang mampu duduk diam tanpa stimulasi, otaknya mulai bekerja secara reflektif.

Alih-alih merasa hampa, mereka memberi ruang bagi pikiran untuk mengembara secara alami. Dari kondisi inilah sering muncul ide-ide baru dan refleksi mendalam.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore