Ilustrasi pasangan suami istri/freepik
JawaPos.com - Di awal pernikahan, banyak sikap pasangan yang terlihat wajar, bahkan dianggap bagian dari dinamika rumah tangga. Namun seiring waktu, ada pola perilaku tertentu yang terasa melelahkan secara emosional, membuatmu terus mempertanyakan diri sendiri, dan perlahan mengikis rasa percaya diri.
Jika kamu mulai merasa selalu salah, selalu kurang, dan selalu harus mengalah, bisa jadi ada yang tidak sehat dalam hubungan tersebut. Suami dengan kecenderungan narsistik sering kali sulit dikenali di awal karena mereka tampak percaya diri, karismatik, bahkan penuh perhatian.
Tetapi setelah kamu menyadari polanya, tanda-tandanya menjadi sangat jelas dan sulit untuk diabaikan. Berikut 5 tanda suami narsistik yang perlu kamu waspadai seperti dirangkum dari laman Your Tango!
Salah satu pola paling menyakitkan adalah ketika ia sengaja menarik perhatian, kasih sayang, atau kehangatan emosional saat sedang marah. Kamu mungkin merasa dihukum dengan sikap dingin, diabaikan, atau diperlakukan seolah tidak ada. Dalam situasi seperti ini, kamu akhirnya memohon perhatian atau berusaha keras memperbaiki suasana, meskipun belum tentu kamu yang bersalah.
Lama-kelamaan, kamu akan berjalan “di atas duri”, selalu berhati-hati agar tidak memicu emosinya. Kebutuhanmu sendiri terpaksa dikesampingkan demi menjaga suasana tetap aman. Pola ini membuat hubungan terasa tidak seimbang karena kasih sayang dijadikan alat kontrol, bukan ekspresi cinta yang tulus.
Ketika ia merasa marah, tidak aman, atau gagal, alih-alih mengelola emosinya sendiri, kamu justru dijadikan sasaran. Ia bisa tiba-tiba menyalahkanmu, memulai pertengkaran kecil, atau menuduhmu melakukan hal-hal yang sebenarnya ia lakukan sendiri. Ini disebut proyeksi, memindahkan beban emosinya kepadamu agar ia tidak perlu menghadapinya.
Perilaku ini sering berakar pada kebutuhan untuk merasa superior. Dalam pikirannya, ia tidak boleh terlihat lemah atau salah. Jadi, lebih mudah baginya membuatmu tampak sebagai penyebab masalah. Akibatnya, kamu terus-menerus membela diri dan merasa bingung mengapa konflik selalu berujung pada kesalahanmu.
Meminta maaf bagi pribadi narsistik terasa seperti ancaman terhadap harga diri mereka. Bahkan untuk kesalahan kecil sekalipun, ia akan mencari pembenaran, mengalihkan topik, atau malah menyalahkanmu balik. Dalam benaknya, mengakui kesalahan berarti mengakui kelemahan, dan itu sulit diterima.
Kamu mungkin berharap suatu hari ia akan berkata tulus, “Maaf, aku salah.” Namun yang sering terjadi justru sikap defensif atau silent treatment. Ketika pola ini berlangsung lama, kamu akan merasa bahwa perasaanmu tidak pernah benar-benar dihargai karena tidak ada ruang untuk akuntabilitas dalam hubungan tersebut.
Saat kamu mencoba mengungkapkan perasaan, ia mungkin merespons dengan kalimat seperti, “Kamu lebay,” “Kamu terlalu sensitif,” atau bahkan, “Kamu terdengar gila.” Respons seperti ini bukan sekadar komentar kasar, tetapi bentuk manipulasi emosional yang membuatmu meragukan kewarasan dan validitas perasaan sendiri.
Dalam hubungan yang sehat, emosi dibicarakan dan dipahami bersama. Namun dalam dinamika narsistik, emosimu dianggap ancaman. Dengan meremehkannya, ia bisa menghindari tanggung jawab dan tetap mempertahankan kontrol. Jika kamu mulai takut untuk jujur tentang perasaanmu, itu tanda yang tidak boleh diabaikan.
Alih-alih melindungi dan menjaga kehormatan pasangannya, suami narsistik bisa saja menceritakan sisi negatifmu kepada orang lain demi terlihat lebih baik. Ia mungkin melebih-lebihkan kesalahanmu, memutarbalikkan cerita, atau menggambarkan dirinya sebagai korban di depan keluarga dan teman.
Ironisnya, banyak pribadi narsistik sangat sadar bagaimana citra mereka terlihat di mata orang lain. Mereka pandai memainkan peran dan mengendalikan narasi. Jika kamu merasa reputasimu dirusak demi menjaga egonya, itu bukan sekadar konflik biasa, melainkan pola manipulasi yang serius.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022