seseorang yang berhenti membuat orang terkesan
JawaPos.com - Di dunia yang semakin terhubung lewat media sosial dan tuntutan sosial, banyak orang tanpa sadar hidup dalam mode “ingin terlihat baik.” Mereka menyesuaikan pendapat, pencapaian, bahkan kepribadian demi mendapat validasi. Namun menurut psikologi perkembangan dan teori kepribadian, ada fase penting dalam hidup ketika seseorang berhenti mengejar kesan dan mulai mengejar makna.
Dalam kerangka perkembangan psikososial dari Erik Erikson, kematangan emosional ditandai dengan pergeseran fokus dari pencarian pengakuan menuju pembentukan identitas dan kontribusi yang autentik. Sementara itu, pendekatan humanistik dari Carl Rogers menekankan pentingnya self-acceptance dan hidup selaras dengan diri sejati.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (15/2), orang yang diam-diam berhenti berusaha mengesankan semua orang biasanya tidak sedang “menyerah.” Justru, mereka sedang bertumbuh. Berikut adalah delapan tanda kematangan emosional yang sering muncul.
Baca Juga: Jika Anda Mengenali 8 Frasa Ini dari Masa Kecil Anda, Berarti Anda Tumbuh di Rumah di Mana Emosi Tidak Pernah Dibahas Menurut Psikologi
1. Tidak Lagi Bergantung pada Validasi Eksternal
Mereka tidak lagi mengukur nilai diri dari pujian, “like,” atau pengakuan sosial. Kepercayaan diri mereka bersumber dari standar internal.
Konsep self-actualization yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow menjelaskan bahwa pada tingkat kebutuhan tertinggi, manusia terdorong untuk menjadi versi terbaik dirinya — bukan untuk mengesankan orang lain, tetapi untuk memenuhi potensi pribadinya.
2. Nyaman dengan Ketidaksepakatan
Orang yang matang secara emosional tidak takut berbeda pendapat. Mereka tidak merasa harus selalu disukai.
Menurut penelitian tentang differentiation of self dari Murray Bowen, individu yang sehat secara emosional mampu mempertahankan identitas dan keyakinannya meskipun berada di tengah tekanan sosial.
Baca Juga: Anak yang Terus-Menerus Dibandingkan dengan Saudara Kandung Mereka Saat Tumbuh Dewasa Sering Kali Menunjukkan 5 Ciri Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi
3. Tidak Berlebihan Menceritakan Pencapaian
Alih-alih membanggakan diri, mereka membiarkan hasil kerja berbicara. Mereka memahami bahwa harga diri sejati tidak perlu diumumkan.
Psikologi sosial menunjukkan bahwa kebutuhan untuk terus memamerkan pencapaian sering kali berkaitan dengan rasa tidak aman yang tersembunyi.
4. Lebih Memilih Kedalaman daripada Popularitas
Mereka tidak lagi mengejar lingkaran sosial besar demi status. Kualitas hubungan lebih penting daripada kuantitas.
Dalam teori keterikatan (attachment theory) yang dikembangkan oleh John Bowlby, keamanan emosional terbentuk dari hubungan yang stabil dan bermakna, bukan dari banyaknya koneksi superfisial.
5. Mampu Mengakui Kesalahan Tanpa Drama
Berhenti berusaha terlihat sempurna berarti berani mengakui kesalahan. Orang yang matang tahu bahwa kesalahan adalah bagian dari pertumbuhan.
Pendekatan terapi rasional-emosional dari Albert Ellis menekankan pentingnya menerima ketidaksempurnaan diri sebagai manusia.
6. Tidak Mudah Tersinggung oleh Kritik
Mereka mampu membedakan antara kritik konstruktif dan serangan pribadi. Alih-alih defensif, mereka reflektif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
