Multitasking adalah salah satu kebiasaan yang harus ditinggalkan agar bisa lebih berprestasi (freepik)
JawaPos.com – Merasa kurang berprestasi dalam hidup seringkali bukan karena kita tidak cukup pintar atau berbakat. Psikologi modern justru menemukan bahwa penyebab utamanya adalah kebiasaan kecil yang terus diulang tanpa disadari.
Kebiasaan ini tampak sepele, bahkan sering dianggap “normal”, padahal perlahan menguras energi fokus dan potensi diri. Kabar baiknya, kebiasaan tersebut bisa diubah.
Berikut 7 kebiasaan yang perlu mulai ditinggalkan jika Anda ingin hidup lebih maju sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (2/2) :
Banyak orang merasa produktif ketika mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Padahal multitasking justru membuat otak bekerja lebih lambat dan mudah lelah.
Penelitian dalam Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa multitasking menurunkan kualitas kinerja dan meningkatkan kesalahan. Bahkan ada studi menyatakan bahwa multitasking dapat mengurangi produktivitas hingga 40%.
Dalam kehidupan sehari-hari, ini terlihat saat kita membalas chat sambil bekerja lalu heran mengapa hasil pekerjaan tidak maksimal. Orang berprestasi justru fokus pada satu hal penting dalam satu waktu.
Mereka sadar bahwa menyelesaikan satu tugas dengan baik jauh lebih berdampak daripada mengerjakan banyak hal setengah-setengah.
Pada dasarnya konsep dibuatnya jadwal adalah untuk membantu bukan justru mengendalikan Anda. Namun banyak orang hidup sepenuhnya dikendalikan agenda tanpa ruang bernapas. Akibatnya hari terasa penuh tetapi benar-benar tak bermakna.
Studi dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa kontrol terhadap waktu berkaitan langsung dengan kepuasan kerja dan pencapaian. Parahnya, ketika jadwal terlalu padat, otak masuk mode bertahan bukan berkembang.
Contoh nyatanya adalah mengisi hari dengan rapat, tugas dan janji tanpa jeda refleksi. Intinya orang berprestasi berani mengatur ulang jadwalnya dan menyisakan waktu untuk fokus, belajar dan istirahat.
Banyak orang menunda memulai karena menunggu mood atau inspirasi. Padahal psikologi kreativitas justru membuktikan bahwa inspirasi sering muncul setelah kita mulai bertindak.
Penelitian dalam Psychological Science menunjukkan bahwa tindakan kecil dapat memicu motivasi bukan sebaliknya. Artinya bergerak dulu baru semangatnya menyusul.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
