
seseorang yang menikmati kenangan sederhana./Freepik/lifeforstock
JawaPos.com - Di tengah dunia yang bergerak cepat, penuh target, notifikasi, dan tenggat waktu, ada satu keterampilan hidup yang perlahan memudar: kemampuan menikmati hal-hal sederhana.
Bagi banyak orang berusia di atas 70 tahun, kesenangan tidak selalu datang dari pencapaian besar atau teknologi terbaru, melainkan dari momen-momen kecil yang sarat makna.
Artikel ini mengajak kita menengok kembali kebijaksanaan tersebut—bukan untuk menghakimi generasi muda, melainkan untuk mengingatkan bahwa hidup juga layak dinikmati, bukan sekadar dikejar.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (27/1), terdapat sepuluh kesenangan sederhana yang kerap dinikmati para lansia, namun sering luput dari perhatian generasi yang hidup dalam kesibukan.
1. Waktu Pagi yang Tenang
Orang berusia di atas 70 tahun sering memulai hari dengan pelan: duduk di teras, menghirup udara pagi, mendengarkan suara burung, atau menyapa tetangga yang lewat.
Tidak ada terburu-buru, tidak ada rapat daring. Pagi adalah waktu untuk menyadari bahwa mereka masih diberi kesempatan menjalani hari baru.
Bagi generasi muda, pagi kerap identik dengan alarm yang memekakkan, kopi instan, dan pikiran yang sudah dipenuhi daftar tugas. Ketenteraman pagi menjadi kemewahan yang jarang dirasakan.
2. Percakapan Tanpa Tujuan Praktis
Lansia menikmati obrolan yang tidak harus produktif. Berbincang tentang cuaca, mengenang masa lalu, atau sekadar bertanya kabar dengan tulus sudah cukup membuat hari terasa hangat.
Sebaliknya, generasi muda sering berbincang dengan agenda: networking, kerja, atau efisiensi. Percakapan tanpa tujuan dianggap membuang waktu, padahal di sanalah hubungan manusia dipelihara.
3. Menikmati Makanan dengan Perlahan
Banyak orang tua makan dengan penuh kesadaran—mengunyah perlahan, menghargai rasa, dan bersyukur atas hidangan sederhana. Makanan bukan sekadar bahan bakar, melainkan pengalaman.
Generasi muda, karena kesibukan, sering makan sambil bekerja, menatap layar, atau bahkan lupa makan. Kenikmatan rasa kalah oleh kecepatan dan kepraktisan.
4. Mengulang Rutinitas yang Sama

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
