
seseorang yang sering memotret matahari terbenam./Freepik/pvproductions
JawaPos.com - Matahari terbenam adalah salah satu pemandangan paling universal yang dicintai manusia. Warnanya lembut, peralihannya pelan, dan momennya singkat.
Tidak heran jika banyak orang spontan mengangkat ponsel, memotretnya, lalu mengunggahnya ke media sosial dengan caption sederhana: “senja hari ini” atau “healing tipis-tipis.”
Namun, menurut psikologi, kebiasaan terus-menerus memotret matahari terbenam—bukan sekadar sesekali menikmatinya—kadang bukan hanya soal estetika.
Di balik kebiasaan ini, bisa tersembunyi upaya halus untuk menghindari beberapa kebenaran emosional yang tidak nyaman.
Penting dicatat: ini bukan berarti semua orang yang suka memotret senja punya masalah psikologis. Sama sekali tidak. Psikologi hanya membantu kita melihat pola—dan pola sering kali membuka cermin ke dalam diri.
Dilansir dari Geediting pada Senin (26/1), terdapat enam kebenaran tidak menyenangkan yang, menurut psikologi, sering dihindari oleh orang yang terlalu sering “bersembunyi” di balik foto matahari terbenam.
1. Mereka Kesulitan Menghadapi Kehidupan Saat Ini
Matahari terbenam melambangkan akhir hari, jeda, dan ketenangan. Secara psikologis, orang yang terlalu sering mengejar momen ini kadang sedang berusaha melarikan diri dari realitas harian yang terasa melelahkan atau mengecewakan.
Alih-alih menghadapi masalah nyata—pekerjaan yang tidak memuaskan, hubungan yang stagnan, atau perasaan kosong—mereka mencari momen singkat yang terasa “indah dan aman”.
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai escapism ringan: bukan melarikan diri secara ekstrem, tapi cukup untuk menunda perasaan tidak nyaman.
2. Mereka Meromantisasi Kesedihan karena Tidak Tahu Cara Mengolahnya
Senja sering diasosiasikan dengan rasa sendu, nostalgia, dan kehilangan yang lembut. Bagi sebagian orang, memotretnya adalah cara meromantisasi kesedihan agar terasa lebih bisa diterima.
Daripada mengakui:
“Aku sedih dan tidak tahu harus bagaimana,”
mereka memilih:

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
