
seseorang yang menyelesaikan tugas rumah./Freepik/odua
JawaPos.com - Di banyak keluarga, ada satu aturan klasik yang mungkin masih melekat di ingatan kita: “PR dulu, beresin kamar dulu, baru boleh main.”
Bagi sebagian anak, aturan ini terasa membatasi. Namun seiring waktu, psikologi perkembangan justru menemukan bahwa pola asuh semacam ini—jika diterapkan dengan seimbang dan penuh kasih—dapat membentuk karakter tertentu yang bertahan hingga dewasa.
Anak-anak yang terbiasa menyelesaikan tanggung jawab rumah sebelum menikmati kebebasan bermain sering kali tumbuh dengan pola pikir yang berbeda. Mereka belajar bahwa kesenangan datang setelah kewajiban, bukan sebaliknya.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (22/1), terdapat tujuh sifat yang kerap berkembang dari pengalaman masa kecil tersebut menurut sudut pandang psikologi.
1. Disiplin Diri yang Lebih Kuat
Psikologi menyebut disiplin diri sebagai kemampuan menunda kepuasan demi tujuan yang lebih penting. Anak yang harus menyelesaikan tugas rumah sebelum keluar belajar sejak dini bahwa keinginan tidak selalu harus dipenuhi seketika.
Kebiasaan ini melatih otak untuk mengatur impuls. Saat dewasa, mereka cenderung lebih mampu mengontrol diri—baik dalam mengatur waktu, keuangan, maupun emosi—karena sudah terbiasa dengan konsep tanggung jawab dulu, kesenangan kemudian.
2. Tanggung Jawab yang Tertanam Sejak Dini
Ketika anak diberi tugas dan konsekuensi yang jelas, mereka belajar bahwa setiap peran memiliki kewajiban. Psikologi perkembangan menekankan bahwa rasa tanggung jawab tidak muncul secara instan, melainkan dibentuk melalui rutinitas kecil yang konsisten.
Anak-anak ini tumbuh menjadi individu yang tidak mudah lari dari kewajiban. Mereka lebih siap menerima peran di tempat kerja, keluarga, maupun lingkungan sosial karena sudah terbiasa “membereskan bagian mereka”.
3. Kemampuan Mengelola Waktu dengan Lebih Baik
“Kalau mau main, harus cepat menyelesaikan tugas.” Tanpa sadar, ini adalah latihan manajemen waktu pertama dalam hidup mereka.
Psikologi kognitif menunjukkan bahwa anak yang sering dihadapkan pada pilihan antara tugas dan kesenangan akan belajar memprioritaskan aktivitas. Saat dewasa, mereka biasanya lebih terampil menyusun jadwal, menentukan prioritas, dan tidak mudah terjebak dalam penundaan berlebihan.
4. Ketahanan Mental (Mental Resilience)
Tidak semua tugas rumah menyenangkan. Ada kalanya anak merasa lelah, bosan, atau kesal. Namun tetap harus diselesaikan. Proses inilah yang membangun ketahanan mental.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
