Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Januari 2026 | 05.28 WIB

Cara Mengurangi membandingkan Hidup dengan Orang di Medsos

Ini Dampak Ngeri yang Akan Terjadi Jika Kamu Kecanduan Scrolling Sosmed Selama Setahun, Berhentilah Sebelum Terlambat! (Freepik) - Image

Ini Dampak Ngeri yang Akan Terjadi Jika Kamu Kecanduan Scrolling Sosmed Selama Setahun, Berhentilah Sebelum Terlambat! (Freepik)

JawaPos.com - Menggulir media sosial sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Bangun tidur langsung cek notifikasi, waktu istirahat kerja membuka timeline, bahkan sebelum tidur masih sempat melihat story orang lain. Tanpa disadari, kebiasaan ini sering kali memunculkan kebiasaan membandingkan hidup kita dengan potongan kehidupan orang lain yang terlihat di layar.

Ada yang baru pulang liburan, ada yang memamerkan pencapaian karier, atau tampak selalu bahagia. Sementara itu, mungkin kamu sedang merasa lelah, keadaan finansial sedang diperketat, atau hidup terasa monoton. Berikut beberapa tips agar kamu tidak terjebak dalam kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain.

1. Sadari bahwa medsos itu potongan cerita

Langkah pertama yang paling penting adalah menyadari bahwa media sosial menampilkan versi terkurasi dari kehidupan seseorang. Di layar adalah momen terbaik, bukan keseluruhan cerita. Ada proses panjang, perjuangan, dan hari hari biasa yang tidak ikut terunggah.

Saat kamu melihat pencapaian orang lain, ingat bahwa kamu tidak sedang melihat perjalanan lengkapnya. Dengan kesadaran ini, perasaan membandingkan bisa mulai diredam karena kamu tahu konteksnya tidak utuh.

2. Perhatikan momen saat mulai membandingkan

Coba amati kapan perasaan membandingkan paling sering muncul. Apakah saat sedang lelah, bosan, atau kurang puas dengan kondisi sendiri. Biasanya, perbandingan lebih mudah muncul saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa lebih sigap menjaga diri. Saat tahu sedang rapuh, mungkin kamu bisa memilih untuk tidak scrolling terlalu lama atau mengalihkan perhatian ke aktivitas lain yang lebih menenangkan.

3. Kurasi timeline dengan lebih sadar

Timeline kamu dibentuk oleh akun yang kamu ikuti. Jika isinya terlalu sering memicu rasa kurang, tidak ada salahnya mulai mengkurasi. Unfollow atau mute akun yang membuatmu terus merasa tertinggal.

Kamu berhak memilih konten yang lebih relevan dan memberi energi positif. Media sosial seharusnya menjadi ruang yang membuatmu merasa cukup, bukan tertekan.

4. Batasi waktu, bukan menghilang total

Menghindari media sosial sepenuhnya sering terasa tidak realistis. Banyak informasi, relasi, dan hiburan ada di sana. Yang lebih masuk akal adalah membatasi waktu penggunaannya.

Menentukan jam khusus untuk scrolling membantu kamu tetap terhubung tanpa kehilangan kendali. Dengan batas yang jelas, media sosial tidak lagi menguasai pikiran sepanjang hari.

5. Fokus ke proses hidup sendiri

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore