Ilustrasi orang yang tetap tajam secara mental di usia senja (freepik)
JawaPos.com - Pernah memperhatikan bagaimana sebagian orang justru semakin pemarah seiring bertambahnya usia, sementara yang lain terlihat lebih tenang dan puas menjalani hidup?
Pertanyaan itu juga pernah saya renungkan, terutama setelah pensiun dini di usia 62 tahun. Perusahaan tempat saya bekerja melakukan perampingan, dan tiba-tiba saya memiliki banyak waktu luang tanpa tahu harus melakukan apa.
Namun ada satu hal yang mengejutkan saya: orang-orang lanjut usia yang paling bahagia bukanlah mereka yang mempertahankan semua kebiasaan dan pola pikir sejak muda. Justru merekalah yang tahu apa saja yang perlu dilepaskan.
Dilansir dari laman Geediting, Selasa (06/01), berbagai riset psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan di usia lanjut sering kali ditentukan bukan oleh apa yang dimiliki, melainkan oleh kebiasaan apa yang berhasil ditinggalkan. Berikut sembilan kebiasaan yang umumnya dilepas oleh orang-orang yang tetap bahagia di usia senja.
Orang yang bahagia di usia tua tidak menjadikan setiap percakapan sebagai ajang debat. Mereka memahami bahwa menjaga hubungan jauh lebih berharga daripada sekadar membuktikan diri paling benar.
Psikologi menunjukkan bahwa kebutuhan untuk selalu menang dalam argumen sering kali berujung pada konflik dan jarak emosional. Melepaskannya justru mendatangkan ketenangan.
Banyak orang menghabiskan hidupnya untuk mengejar kesempurnaan, padahal hasil akhirnya jarang sebanding dengan stres yang ditanggung. Di usia lanjut, mereka yang bahagia mulai menerima konsep “cukup baik”.
Dalam psikologi, pendekatan ini dikenal sebagai satisficing—memilih hasil yang memadai daripada mengejar kesempurnaan yang melelahkan.
Membandingkan hidup dengan orang lain ibarat mengonsumsi makanan cepat saji bagi jiwa: terlihat menarik, tetapi kosong nutrisinya. Orang yang bahagia di usia senja menyadari bahwa setiap orang menjalani jalur hidup yang berbeda.
Mereka berhenti membandingkan pencapaian, harta, atau gaya hidup karena sadar bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui keseluruhan cerita hidup orang lain.
Banyak lansia bahagia merasakan kelegaan setelah merapikan dan melepaskan barang-barang yang tak lagi digunakan. Mereka memahami bahwa kenangan tidak tersimpan di benda, melainkan dalam pengalaman.
Psikologi menunjukkan bahwa keterikatan berlebihan pada barang justru dapat membebani emosi dan pikiran.
Seiring bertambahnya usia, orang bahagia menyadari bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan. Mereka memilih fokus pada hal yang masih bisa diatur: sikap, respons, dan keputusan pribadi.
Fleksibilitas ini membuat mereka lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan kekecewaan kecil dalam hidup.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
