Ilustrasi seseorang yang kesepian di masa pensiun
JawaPos.com - Memasuki usia 60-an sering dianggap sebagai fase “tenang”—anak-anak mulai mandiri, karier perlahan mereda, dan waktu luang terasa lebih luas. Namun menurut psikologi perkembangan, justru di dekade inilah banyak kebiasaan kecil terbentuk yang secara tidak sadar menentukan kualitas emosional di usia 70-an.
Bukan penyakit atau nasib buruk semata yang membuat seseorang merasa kesepian dan penuh penyesalan di masa tua, melainkan pola pikir dan kebiasaan yang dipelajari dan dipertahankan selama bertahun-tahun. Psikologi menyebut fase ini sebagai masa critical adjustment, yaitu periode penyesuaian penting yang akan “berbunga” atau “berbuah pahit” satu dekade kemudian.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (28/12), terdapat kebiasaan yang sering dipelajari di usia 60-an dan diam-diam membuat usia 70-an terasa hampa, sunyi, dan dipenuhi penyesalan.
Baca Juga: 7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Pernah Melanggar Aturan dan Mengapa Mereka Sering Merasa Sengsara Menurut Psikologi
1. Menarik Diri Secara Sosial dengan Alasan “Sudah Tua”
Banyak orang di usia 60-an mulai mengurangi interaksi sosial bukan karena tidak mampu, tetapi karena keyakinan bahwa mereka “sudah tidak relevan.”
Menurut psikologi sosial, ini disebut self-imposed isolation—kesepian yang diciptakan oleh diri sendiri.
Awalnya terlihat sepele: menolak undangan, malas berkenalan dengan orang baru, atau berhenti menjaga pertemanan lama. Namun kebiasaan ini membentuk otak untuk menganggap kesendirian sebagai norma. Saat memasuki usia 70-an, lingkar sosial sudah terlanjur menyusut, dan rasa sepi pun terasa jauh lebih dalam karena tidak ada lagi jembatan untuk kembali.
Baca Juga: Jika Anda Benar-Benar Ingin Anak-Anak Anda Tumbuh Menjadi Orang Dewasa yang Sukses, Mulailah Mengatakan “Tidak” pada 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi
2. Menghentikan Usaha Membangun Hubungan Baru
Di usia 60-an, sebagian orang mulai percaya bahwa hubungan baru “tidak lagi penting” atau “terlalu melelahkan.”
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa keyakinan ini keliru.
Manusia tidak berhenti membutuhkan koneksi emosional hanya karena usia bertambah. Ketika seseorang berhenti membangun relasi—baik pertemanan, komunitas, atau kedekatan emosional—otak kehilangan stimulasi sosial. Di usia 70-an, penyesalan sering muncul bukan karena kehilangan orang, tetapi karena berhenti mencoba mengenal manusia baru.
Baca Juga: 6 Zodiak Akan Terkejut Karena Mendapatkan Uang Sampai Meluber di 2026, Peluang Rezeki Terbuka Lebar
3. Mendefinisikan Diri Hanya dari Masa Lalu
“Dulu saya begini… dulu saya begitu…”
Kalimat ini sering menjadi pusat identitas di usia 60-an.
Menurut psikologi identitas, terlalu terpaku pada masa lalu membuat seseorang berhenti membangun makna di masa kini. Saat identitas hanya bersandar pada pencapaian lama—karier, status, atau peran yang sudah selesai—maka masa depan terasa kosong.
Di usia 70-an, penyesalan muncul karena hidup terasa seperti cerita yang sudah tamat, padahal secara biologis dan psikologis, manusia tetap membutuhkan tujuan.
4. Mengabaikan Kesehatan Mental karena Fokus pada Fisik
Banyak orang rajin memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan gula, tetapi mengabaikan perasaan kesepian, cemas, atau kehilangan makna.
Psikologi klinis menunjukkan bahwa depresi di usia lanjut sering berakar dari emosi yang dipendam sejak usia 60-an.
Kebiasaan “memendam” ini membuat emosi menumpuk tanpa saluran. Di usia 70-an, ketika energi fisik menurun, beban emosional yang lama terpendam justru muncul sebagai penyesalan mendalam, rasa hampa, dan perasaan tidak berguna.
5. Berhenti Belajar dan Menantang Diri
Usia 60-an sering menjadi titik berhenti bagi sebagian orang untuk belajar hal baru.
Padahal, psikologi kognitif menegaskan bahwa otak manusia tetap plastis hingga usia lanjut.
Ketika seseorang berhenti belajar—baik keterampilan, wawasan, atau pengalaman baru—rasa hidup pun ikut mengecil. Di usia 70-an, penyesalan bukan tentang usia, melainkan tentang keputusan untuk berhenti bertumbuh terlalu dini.
6. Menunda Rekonsiliasi dan Permintaan Maaf

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
