
seseorang yang menemukan kebahagiaan saat bernostalgia./Freepik/freepik
JawaPos.com - Nostalgia sering disalahpahami sebagai sekadar kerinduan akan masa lalu—tentang lagu lama, foto buram, atau kenangan yang tak bisa diulang.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (24/12), menurut psikologi modern, nostalgia bukanlah pelarian dari kenyataan, melainkan alat emosional yang sangat kuat.
Jika digunakan dengan cara yang tepat, nostalgia justru mampu meningkatkan kebahagiaan, memperkuat identitas diri, dan memberi makna baru pada hidup saat ini.
Namun, tidak semua nostalgia berdampak positif. Mengingat masa lalu secara keliru atau berlebihan justru dapat memicu penyesalan, kesedihan, bahkan rasa kehilangan yang mendalam.
Di sinilah psikologi memberi batas yang jelas: nostalgia hanya akan membuat Anda lebih bahagia jika Anda mengingat kembali hal-hal tertentu—bukan sembarang kenangan.
Lantas, apa saja yang perlu diingat agar nostalgia benar-benar menjadi sumber kebahagiaan, bukan luka emosional? Psikologi menyebutkan tujuh hal spesifik berikut ini.
1. Momen Ketika Anda Merasa Diterima Apa Adanya
Salah satu bentuk nostalgia paling menyehatkan adalah mengingat masa ketika Anda merasa diterima tanpa syarat. Bisa jadi saat bersama keluarga, sahabat lama, atau komunitas kecil yang membuat Anda merasa “pulang”.
Psikologi menyebut pengalaman ini sebagai social connectedness memory. Ketika Anda mengingat momen tersebut, otak akan kembali mengaktifkan rasa aman dan rasa memiliki—dua kebutuhan emosional paling mendasar manusia. Inilah sebabnya nostalgia jenis ini sering membuat hati hangat, bukan perih.
Bukan tentang siapa yang paling sukses, tetapi siapa yang pernah membuat Anda merasa cukup.
2. Versi Diri Anda yang Pernah Berjuang, Bukan yang Sempurna
Nostalgia yang menyehatkan tidak menuntut masa lalu terlihat ideal. Justru, mengingat versi diri yang sedang berjuang—belum mapan, masih ragu, masih belajar—dapat meningkatkan rasa syukur dan kepercayaan diri saat ini.
Psikologi melihat ini sebagai self-continuity, yakni kemampuan melihat hidup sebagai proses, bukan kompetisi. Ketika Anda menyadari sejauh apa Anda telah berkembang, kebahagiaan muncul bukan dari pencapaian, tetapi dari perjalanan.
Anda tidak bahagia karena dulu sempurna, melainkan karena Anda bertahan.
3. Kenangan Sederhana yang Pernah Membuat Anda Tertawa Lepas

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
