
Tips tetap work life balance saat WFH (unsplash/SCREEN POST).
JawaPos.com - Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kini bukan lagi tren sementara, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.
Meski terdengar fleksibel dan nyaman, kenyataannya bekerja dari rumah juga memiliki tantangan tersendiri—mulai dari batas waktu kerja yang kabur hingga risiko kelelahan mental.
Dikutip dari laman Geediting, Selasa (23/12), ada sejumlah aturan sederhana namun krusial yang dapat membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas, kesehatan, dan kewarasan selama menjalani rutinitas kerja dari rumah. Berikut delapan aturan penting yang bisa diterapkan secara berkelanjutan.
Bekerja dari rumah bukan berarti harus selalu online sepanjang hari. Justru, memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi menjadi sangat penting.
Menentukan jam kerja yang jelas, mengambil jeda istirahat, serta mematikan perangkat kerja di luar jam kantor membantu mencegah kelelahan mental dan burnout. Ingat, bekerja dari rumah bukan berarti hidup untuk bekerja.
Awalnya, bekerja dari tempat tidur atau sofa memang terasa menyenangkan. Namun dalam jangka panjang, kebiasaan ini justru menurunkan fokus dan produktivitas.
Memiliki ruang kerja khusus—meski hanya sudut kecil di rumah—membantu otak mengenali kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat. Perubahan sederhana ini sering kali membawa dampak besar pada kualitas kerja.
Otak membutuhkan energi untuk bekerja optimal. Melewatkan makan siang atau menggantinya hanya dengan kopi bukanlah solusi.
Asupan makanan yang teratur dan seimbang membantu menjaga konsentrasi, suasana hati, dan stamina sepanjang hari. Jadwalkan waktu makan seperti saat bekerja di kantor dan gunakan waktu tersebut untuk benar-benar beristirahat.
Meski bekerja dari rumah, berpakaian rapi tetap berpengaruh besar terhadap mentalitas kerja. Berganti dari piyama ke pakaian yang lebih profesional dapat meningkatkan fokus dan motivasi.
Penelitian menunjukkan bahwa berpakaian formal membantu seseorang berpikir lebih luas dan terstruktur. Tidak harus berlebihan, yang penting memberi sinyal pada diri sendiri bahwa hari kerja telah dimulai.
Duduk terlalu lama tanpa bergerak bisa berdampak buruk bagi tubuh dan pikiran. Peregangan ringan, berjalan sebentar, atau sekadar berdiri dari kursi secara berkala dapat membantu menyegarkan kembali fokus.
Gerak fisik bukan sekadar istirahat, melainkan bentuk perawatan diri yang penting di tengah tekanan pekerjaan.
Bekerja dari rumah penuh dengan distraksi, mulai dari notifikasi ponsel hingga urusan rumah tangga. Di sinilah konsep deep work menjadi penting.
Deep work adalah kemampuan untuk fokus penuh pada satu tugas tanpa gangguan. Dengan menjadwalkan waktu khusus untuk bekerja mendalam, produktivitas meningkat dan pekerjaan terasa lebih terkendali.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
