
seseorang yang merapikan kursi./Freepik/freepik
JawaPos.com - Kebiasaan kecil sering kali dianggap sepele. Merapikan kursi setelah duduk, menariknya kembali ke posisi semula, atau memastikan kursi tersusun rapi meski tidak ada tamu—bagi sebagian orang, ini hanya soal kerapian.
Namun menurut psikologi, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, terutama saat tidak ada tuntutan sosial, justru bisa menjadi cermin kepribadian yang lebih dalam.
Menariknya, orang yang selalu merapikan kursinya bahkan di rumah, di ruang privat yang tak disaksikan siapa pun, kerap memiliki karakteristik psikologis yang tergolong langka.
Bukan sekadar rapi, tetapi mencerminkan cara mereka berpikir, mengelola emosi, dan memandang hidup.
Dilansir dari Geediting pada Senin (22/12), terdapat enam ciri kepribadian langka yang sering ditemukan pada orang dengan kebiasaan ini, menurut sudut pandang psikologi.
1. Memiliki Kesadaran Diri Tinggi (High Self-Awareness)
Orang yang merapikan kursi tanpa disuruh biasanya memiliki kesadaran diri yang kuat. Mereka peka terhadap tindakan kecil yang mereka lakukan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar, meski lingkungan itu hanyalah ruang pribadi mereka sendiri.
Dalam psikologi, kesadaran diri ini berkaitan dengan kemampuan refleksi internal—mereka tahu apa yang sedang dilakukan, mengapa melakukannya, dan tidak bertindak secara impulsif.
Kebiasaan merapikan kursi menjadi simbol kontrol diri dan kehadiran penuh (mindfulness) dalam aktivitas sehari-hari.
2. Bertanggung Jawab Tanpa Menunggu Pengawasan
Banyak orang berperilaku rapi karena takut dinilai atau ditegur. Namun mereka yang tetap merapikan kursi saat sendirian menunjukkan bentuk tanggung jawab intrinsik—melakukan hal benar bukan karena diawasi, melainkan karena merasa itu memang seharusnya.
Psikologi menyebut ini sebagai internal locus of control, yakni keyakinan bahwa kualitas hidup ditentukan oleh tindakan pribadi, bukan faktor eksternal. Ciri ini tergolong langka dan sering dimiliki oleh individu yang konsisten, dapat dipercaya, dan matang secara emosional.
3. Menghargai Keteraturan sebagai Bentuk Rasa Aman
Bagi sebagian orang, keteraturan bukan soal estetika, melainkan rasa aman. Merapikan kursi adalah bagian dari upaya menjaga struktur kecil dalam hidup yang memberi ketenangan batin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022