Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Desember 2025, 01.00 WIB

Berhenti Jadi People Pleaser: 5 Hal Baik Ketika Kita Tidak Selalu Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Ilustrasi orang yang berhenti jadi people pleaser. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang berhenti jadi people pleaser. (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang seringkali hidup terlalu bergantung untuk menyenangkan orang lain.

Ini bukan karena mereka tidak memiliki kesibukan, karena adanya perasaan tidak enak dan keinginan untuk terus membantu.

Memang memberikan bantuan dan kebaikan adalah hal yang baik, tapi jika terlalu dipaksakan justru membuat diri sendiri kewalahan.

Setiap orang perlu memprioritaskan diri sendiri terlebih dulu daripada orang lain agar dapat merasakan kebahagiaan sejati.

Berkata tidak atau menolak permintaan orang lain bukan hal yang egois jika kita merasa terlalu terbebani.

Memaksakan diri justru membuat hidup terasa lebih hampa dan tidak dapat menikmati waktu sendiri.

Tidak ada kata terlambat untuk memahami bahwa diri sendiri jauh lebih penting daripada berusaha menyenangkan semua orang.

Dilansir dari Your Tango, inilah lima hal baik yang kita rasakan jika tidak selalu berusaha menyenangkan orang lain.

Menjadi people pleaser justru membuat diri kita merasa rendah dan kurang dihargai oleh orang lain.

  1. Pikiran Jauh Lebih Tenang

Ketika kita mulai terbiasa untuk tidak memaksakan diri menyenangkan semua orang, pikiran akan jauh lebih tenang.

Ini karena ketenangan yang kita rasakan adalah bentuk kesuksesan kita dalam menetapkan batasan terhadap orang lain.

Menolak atau memprioritaskan diri sendiri bukanlah hal yang egois, tapi kebutuhan untuk perawatan diri sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore