
Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara di kafe./Freepik
JawaPos.com - Sifat ingin menyenangkan hati orang lain, atau yang dikenal sebagai people pleaser, sering kali muncul dari keinginan mendalam untuk diterima dan disukai.
Sayangnya, keinginan ini sering membuat mereka mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Individu ini cenderung merasa terlalu bersalah saat mencoba menetapkan batasan yang sehat.
Bahkan, mereka merasa harus memikul tanggung jawab atas perasaan orang lain, hal ini membuat mereka sulit menerapkan batasan diri yang penting, melansir dari Geediting.com Sabtu (8/11). Ada delapan batasan penting yang jarang sekali berhasil mereka tegakkan.
1. Batasan Waktu Pribadi
Mereka sulit sekali menolak permintaan yang mengganggu waktu luang atau istirahatnya. Ini termasuk menolak ajakan mendadak atau tugas tambahan yang sebenarnya tidak wajib. Mereka takut dicap egois jika tidak selalu tersedia.
2. Batasan Emosional
Batasan ini bertujuan untuk melindungi diri dari beban emosional orang lain yang berlebihan. Mereka cenderung menjadi tempat sampah emosi bagi orang lain, tanpa menyaringnya lebih dulu. Mereka merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap masalah orang yang berbagi.
3. Batasan Uang dan Sumber Daya
People pleaser sering kesulitan untuk menolak permintaan pinjaman uang atau bantuan materi. Mereka bahkan akan memberikan lebih dari yang seharusnya. Mereka merasa sangat bersalah jika menunjukkan keengganan untuk berbagi.
4. Batasan Ketersediaan
Ini terkait dengan kesulitan menolak panggilan telepon atau pesan mendesak di luar jam yang wajar. Mereka merasa wajib merespons sesegera mungkin, bahkan saat sedang sibuk. Mereka sangat khawatir membuat orang lain marah.
5. Batasan Pendapat Pribadi
Satu di antara kebiasaan mereka adalah mengabaikan pendapat mereka sendiri demi keselarasan kelompok. Mereka akan setuju saja dengan semua orang, bahkan ketika ada pendapat yang berseberangan dengan keyakinannya. Mereka menghindari konflik apa pun dengan cara ini.
6. Batasan Prioritas Pribadi
Mereka sering mengesampingkan tujuan dan kebutuhan pribadi yang penting demi membantu orang lain. Membatalkan janji dengan diri sendiri demi orang lain adalah hal yang sering terjadi. Mereka merasa kebutuhan orang lain selalu lebih utama daripada kebutuhan diri.
