
Energi jadi cepat habis merupakan salah satu ciri-ciri burnout (Kampus Production/Pexels)
JawaPos.com - Menjadi seorang karyawan artinya mendedikasikan dirinya untuk pekerjaan. Baik itu kemampuan akademis, tenaga fisik bahkan waktu demi menaiki tangga-tangga karir.
Hal ini dilakukan oleh para karyawan sebab mereka sudah berhasil mausk atau diterima di perusahaan yang mereka inginkan.
Setelah melewati berbagai kesulitan seperti tes dan wawancara, mereka tentu melakukan berbagai cara untuk bisa bertahan di perusahaan.
Melakukan berbagai pekerjaan, menerima perintah atasan adalah beberapa dari banyaknya hal yang dilakukan seorang karyawan.
Tentunya, sebagai manusia biasa seorang karyawan tentu pernah merasa lelah secara fisik dan mental.
Keadaan lelah ini tentunya normal dirasakan bagi para pekerja baru maupun yang sudah bertahun-tahun mengabdi di perusahaan.
Namun, ada beberapa keadaan lelah yang berlebih dan bsia membahayakan diri seperti burnout.
Secara sederhana, burnout adalah keadaan hasil dari stres kronis dan kelelahan secara fisik maupun emosi.
Cara pertama menangani burnout di tempat kerja adalah dengan mengambil jeda sejenak.
Secara harfiah hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh kamu yang seorang pekerja yang harus masuk ke kantor dari jam 09.00 sampai jam 05.00 sore.
Namun kamu bisa melakukan hal ini dengan mengartikannya ke liburan sejenak di akhir pekan atau mengambil nafas selama beberapa menit dari menatap layar di kantor.
Menjauhkan diri dari apa yang membuatmu stress atau sumber dari but out bisa mengurangi setidaknya sedikit beban di bahu mu.
2. Berbagi dengan Rekan
Cara kedua menangani burnout di tempat kerja adalah dengan berbagi bersama rekan kerja. Kamu bisa mencari dukungan dari rekan kerja baik di satu divisi maupun di divisi yang lain.
Dengan berbicara bersama orang yang mengerti keadaan kamu, kamu bisa tidak merasa sendiri dan mengurangi beban yang sudah menumpuk di dalam pikiran kamu.
