Tanda Kamu Memiliki Avoidant Attachment Style. (Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa sulit membuka diri secara emosional dengan orang lain, bahkan pada orang terdekat? Atau merasa lebih nyaman menyendiri karena takut terlihat lemah dan rentan? Jika iya, bisa jadi kamu memiliki avoidant attachment style, atau gaya keterikatan yang menghindar.
Dalam psikologi, teori keterikatan (Pernah merasa sulit membuka diri secara emosional dengan orang lain, bahkan pada orang terdekat? Atau merasa lebih nyaman menyendiri karena takut terlihat lemah dan rentan? Jika iya, bisa jadi kamu memiliki avoidant attachment style, atau gaya keterikatan yang menghindar.
Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal psikologi Psych2Go, dalam psikologi, teori keterikatan (attachment theory) menjelaskan bagaimana seseorang membangun hubungan emosional dengan orang lain.
Bagi mereka yang memiliki avoidant attachment, kedekatan emosional terasa tidak nyaman, bahkan menakutkan. Mereka cenderung menjaga jarak dan membatasi kedekatan agar tidak merasa tergantung pada orang lain.
Menariknya, gaya keterikatan ini terbentuk sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa, memengaruhi hubungan romantis, pertemanan, bahkan hubungan keluarga.
Menurut penelitian, avoidant attachment dibagi menjadi dua jenis utama, Dismissive Avoidant dan Fearful Avoidant. Lalu, bagaimana cara mengenali tanda-tandanya? Berikut delapan ciri utama orang dengan avoidant attachment style.
1. Pernah Mengalami Penelantaran Emosional di Masa Kecil
Apakah kamu merasa lebih aman menyimpan emosi sendiri? Menurut Healthline, anak-anak yang tumbuh tanpa dukungan emosional dari orang tua sering kali belajar menekan perasaannya.
Mereka diajari bahwa menunjukkan emosi, baik positif maupun negatif, adalah tanda kelemahan. Akibatnya, ketika dewasa, mereka terbiasa menutup diri dan menganggap mengungkapkan perasaan sebagai sesuatu yang berisiko.
2. Cenderung Menekan dan Menyembunyikan Emosi
Orang dengan avoidant attachment biasanya tidak nyaman mengekspresikan kelemahan. Mereka lebih memilih “menghadapi sendiri” masalahnya, bahkan menyalahkan diri ketika merasa terlalu emosional.
Mereka juga bisa memandang orang yang terbuka secara emosional sebagai lemah, padahal sebenarnya mereka hanya takut kehilangan kendali atas diri sendiri.
3. Sulit Menjalin Kedekatan Emosional
Apakah kamu lebih suka menjaga percakapan di permukaan dan jarang membahas hal-hal pribadi? Ini tanda bahwa kamu mungkin memiliki hambatan dalam membangun intimasi emosional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022