Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juni 2026 | 14.43 WIB

Cara Menangani Orang Avoidant Tanpa Memaksa: 8 Sikap yang Membantu Mereka Lebih Terbuka

Ilustrasi orang avoidant (Magnific) - Image

Ilustrasi orang avoidant (Magnific)

JawaPos.com - Pernah merasa dekat dengan seseorang, tetapi tiba-tiba ia menjauh saat hubungan mulai terasa akrab? Bisa jadi orang tersebut memiliki kecenderungan avoidant attachment style atau pola keterikatan menghindar. Mereka sering kali terlihat mandiri, tenang, dan tidak banyak menuntut, tetapi di balik itu ada kesulitan untuk membuka diri secara emosional.

Dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun percintaan, menghadapi orang dengan sifat avoidant bisa menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi mereka menginginkan hubungan yang hangat, tetapi di sisi lain mereka takut terlalu bergantung pada orang lain atau khawatir akan mengalami kekecewaan.

Karena itu, memahami cara berinteraksi dengan orang avoidant menjadi penting. Alih-alih memaksa mereka berubah, pendekatan yang tepat justru dapat membantu membangun rasa aman dan kepercayaan secara perlahan.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani orang dengan kecenderungan avoidant.

1. Pahami bahwa mereka bukan tidak peduli

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap orang avoidant tidak memiliki perasaan atau tidak peduli terhadap orang lain. Padahal, banyak dari mereka sebenarnya tetap ingin memiliki hubungan yang dekat.

Menurut Alodokter, orang dengan avoidant attachment style cenderung menjaga jarak emosional karena merasa lebih aman ketika tidak terlalu bergantung pada orang lain. Mereka sering memendam perasaan dan lebih memilih menyelesaikan masalah sendiri.

Memahami hal ini dapat membantu Anda mengurangi prasangka negatif saat mereka terlihat dingin atau sulit terbuka.

2. Jangan memaksa mereka untuk langsung terbuka

Orang avoidant biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kepercayaan. Jika terus didesak untuk bercerita atau mengungkapkan emosi, mereka justru bisa semakin menjauh.

Daripada terus bertanya, berikan ruang yang cukup bagi mereka untuk menentukan kapan merasa nyaman berbagi cerita. Sikap sabar sering kali jauh lebih efektif dibandingkan tekanan emosional.

Ingat, rasa aman tidak bisa dipaksakan. Ia harus dibangun secara bertahap.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore