
seseorang yang mengucapkan terima kasih kepada pelayan./Freepik/wirestock_creators
JawaPos.com - Dalam keseharian, kita sering menemui orang yang bersikap berbeda saat berinteraksi dengan pelayan, baik di restoran, kafe, atau tempat layanan umum lainnya.
Ada yang sekadar memesan lalu pergi tanpa kontak batin, namun ada pula yang dengan tulus mengucapkan “terima kasih” setiap kali dilayani.
Tampak sepele, tetapi kebiasaan sederhana ini dapat mencerminkan kualitas kepribadian tertentu yang dikaji dalam dunia psikologi.
Ungkapan terima kasih bukan hanya bentuk sopan santun, melainkan ekspresi penghargaan terhadap waktu, tenaga, dan usaha orang lain.
Mereka yang membiasakan hal ini biasanya memiliki kepribadian matang, reflektif, serta kemampuan sosial yang baik.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (2/11), terdapat tujuh ciri kepribadian yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang selalu mengucapkan “terima kasih” kepada pelayan menurut perspektif psikologi.
1. Tingkat Empati yang Tinggi
Orang yang rutin mengucapkan terima kasih kepada pelayan umumnya memiliki empati yang kuat.
Mereka mampu menempatkan diri pada posisi orang lain dan menyadari bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, memiliki nilai.
Psikologi menyebutnya sebagai kemampuan memahami perasaan orang lain secara emosional maupun kognitif.
Sikap empatik inilah yang membuat mereka lebih peka dan menghargai pelayanan yang diterima.
2. Rendah Hati dan Tidak Merasa Lebih Tinggi dari Orang Lain
Ucapan terima kasih juga mencerminkan kerendahan hati.
Individu ini tidak menilai status sosial sebagai ukuran nilai seseorang.
Dalam pandangan psikologi sosial, mereka cenderung memiliki orientasi egaliter sehingga memandang setiap manusia memiliki martabat yang sama.
