Ilustrasi perempuan sedang terjebak dalam playing victim. (Freepik)
JawaPos.com - Kondisi playing victim merupakan posisi seseorang meyakini bahwa dirinya adalah korban dari segala situasi yang dihadapi. Keadaan itu membuat seseorang terus mengambil kesimpulan bahwa dirinya telah dirugikan oleh orang lain.
Pola pikir seseorang yang playing victim akan selalu merasa korban, walaupun tidak selalu demikian kenyataannya. Bahkan, dirinya sering menganggap bahwa orang lain memperlakukan dirinya tidak adil. Padahal itu belum tentu benar.
Sikap seseorang playing victim akan sulit menerima masukan atau bertanggung jawab atas tindakannya. Akibat sikapnya itu bisa merugikan diri sendiri dan dapat menjadi kekerasan emosional bagi orang lain.
Hal itu bisa merusak hubungan sosial dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Apalagi sikapnya itu jika terjadi secara berulang. Hal itu dapat memanipulasi perasaan orang terdekat atau di sekitarnya.
Baca Juga: Sungmin Super Junior Tuai Kritik Tajam Usai Dianggap 'Playing Victim' Saat Bahas Pernikahannya di TV
Sebuah penelitian dalam jurnal Personality and Individual Differences (2020) menyatakan perilaku playing victim adalah ciri kepribadian yang disebut sebagai tendency for interpersonal victimhood (TIV).
Kepribadian playing victim nyatanya memiliki ciri-ciri yang bisa diketahui oleh semua orang, sehingga lawan bicara pun dapat mengambil sikap tentang bagaimana cara untuk menghadapinya.
Ciri-ciri umum playing victim
Berikut adalah ciri-ciri umum daripada orang playing victim tersebut, di antaranya sebagai berikut:
Baca Juga: 4 Zodiak Paling Ahli Playing Victim, Scorpio Termasuk yang Paling Pintar Memutar Balikkan Keadaan
Lantas, bagaimana cara menghadapi individu playing victim? Dikutip dari laman siloam hospitals, menghadapi orang yang playing victim dengan menjaga batasan yang sehat ketika berinteraksi. Terlebih berusaha untuk tidak memperbaiki perilaku mereka tersebut.
Hal tersebut bermaksud untuk fokus pada apa yang ingin dikomunikasikan dan mintalah dengan tegas untuk merenungkan peran mereka dalam suatu masalah. Pada kondisi ini pun lawan bicara berusaha untuk membujuk dengan tenang dan perlahan mencoba mengerti.
Seseorang dengan perilaku playing victim terkadang bisa menggunakan perasaan bersalah sebagai cara untuk membenarkan status korban mereka. Maka dari itu, sangat penting untuk tidak memperparah rasa bersalah.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
