Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Oktober 2025 | 19.05 WIB

7 Kebiasaan Menginap di Hotel yang Kerap Dilakukan Pekerja Biasa dan Disebut Kampung oleh Kalangan Atas

Ilustrasi seseorang yang sedang sarapan di hotel./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang sarapan di hotel./Freepik

JawaPos.com - Menginap di hotel, terutama yang mewah, dapat menjadi panggung unik yang menampilkan perbedaan kelas sosial yang tak terucapkan.

Beberapa perilaku, yang bagi kelas pekerja adalah hal wajar, sering kali dianggap janggal atau "tidak tahu dunia" oleh mereka yang terbiasa. Perbedaan ini bukan masalah etiket yang benar atau salah.

Ini lebih kepada frekuensi dan keakraban seseorang dengan lingkungan hotel, Melansir dari Geediting.com Senin (20/10). Ini adalah aturan tak tertulis yang tanpa sadar memisahkan tamu hotel yang rutin dengan yang jarang sekali menginap.

Perbedaan perlakuan ini mencerminkan pengalaman hidup yang berbeda. Bagi sebagian orang, kamar hotel hanyalah kantor dengan tempat tidur.

Sementara bagi yang lain, itu adalah kemewahan langka yang patut disyukuri dan didokumentasikan.

1. Mengambil Semua Makanan dari Prasmanan

Mereka akan mengisi piring secara berlebihan, mengambil buah dan muffin tambahan, dan memasukkan paket selai ke saku. Bagi yang membayar mahal, mengambil nilai maksimal dari sarapan "gratis" itu adalah hal wajar. Namun, pelancong yang sering tahu sarapan akan ada lagi besok.

2. Memotret Setiap Sudut Kamar

Saat hotel adalah peristiwa langka, wajar jika orang memotret semuanya, mulai dari pemandangan hingga botol-botol kecil. Mereka mengabadikan momen ini sebagai bukti kemewahan yang jarang ditemui. Sementara bagi pelancong rutin, kamar hotel hanyalah sebuah kantor dengan tempat tidur.

3. Meminta Izin untuk Hal yang Sebenarnya Milik Mereka

Tamu seperti ini sering kali bertanya kepada staf apakah "diizinkan" untuk meminta handuk tambahan. Ini menunjukkan mereka merasa segalanya di ruang sementara itu adalah pinjaman. Mereka tidak memahami bahwa hotel ingin tamu merasa nyaman.

4. Terlalu Minta Maaf kepada Staf Hotel

Ada sikap sopan yang berlebihan, bahkan cenderung sungkan, yang dibawa beberapa orang saat berinteraksi dengan staf pelayanan. Mereka selalu berkata, "Maaf mengganggu Anda, tapi..." sebelum mengajukan permintaan. Sementara tamu reguler bersikap lebih santai.

5. Menimbun Perlengkapan Mandi Kecil

Mereka sering mengumpulkan sampo mini hotel dan menyimpannya di rumah seperti souvenir berharga. Bagi mereka, botol kecil itu adalah kemewahan kecil yang layak dipertahankan. Sementara pelancong bisnis melihatnya sebagai sampo sekali pakai yang akan segera diganti.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore