Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Oktober 2025 | 02.48 WIB

Kenapa Kita Sering Menghindar saat Stres? Kenali Avoidance Coping Lewat Perspektif Psikologi​

Ilustrasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi. (Freepik)

JawaPos.com – Setiap orang punya cara sendiri dalam menghadapi tekanan dan konflik dalam hidup. Ada yang langsung menghadapi, ada yang mencari jalan keluar sementara, dan ada juga yang memilih untuk menghindar. Jika kamu pernah merasa menunda, kabur dari masalah, atau mengalihkan perhatian agar tidak merasakan stres, itu mungkin yang disebut avoidance coping.

Apa Itu Coping & Posisi Avoidance Coping di Dalamnya

Sebelum masuk ke avoidance, kita perlu pahami dulu definisi umum coping. Menurut NCBI/StatPearls, coping adalah “pemikiran dan perilaku yang digerakkan untuk mengelola situasi stres internal atau eksternal.” Coping dapat dilakukan secara sadar, berbeda dengan mekanisme pertahanan (defense mechanisms) yang cenderung otomatis atau bawah sadar.

Dari pembagian umum, coping bisa diklasifikasikan ke dalam kategori:

  • Problem-focused coping: berfokus mengatasi akar masalah
  • Emotion-focused coping: mengelola reaksi emosional
  • Avoidance coping: menghindar dari stres atau tidak menghadapi masalah secara langsung

Dalam Explorations of avoidance and approach coping yang dipublikasikan dalam Pubmed Central, avoidance coping didefinisikan sebagai strategi pasif di mana individu menjauh dari emosi, pikiran, atau tindakan yang berhubungan dengan stres.

Artikel di Verywell Mind juga menyebutkan hal serupa bahwa avoidance coping (atau avoidant coping) adalah strategi maladaptif di mana seseorang menghindari pikiran, perasaan, atau tindakan sulit agar tidak menghadapi stres secara langsung.

Dengan demikian, avoidance coping bisa diartikan sebagai cara “menjauh sementara” dari stres agar terasa ringan. Akan tetapi dalam banyak kasus, hal tersebut justru bukan termasuk bagian dari solusi.

Menghindar sebenarnya bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk perlindungan alami dari otak ketika beban emosional terasa terlalu berat untuk dihadapi secara langsung.

Dalam dunia psikologi, hal ini dijelaskan melalui respons dasar sistem saraf yang dikenal dengan “lawan, lari, atau diam” (fight, flight, freeze). Saat seseorang menghadapi tekanan, otak akan memilih salah satu dari tiga reaksi tersebut untuk melindungi diri.

Nah, avoidance coping sering kali merupakan bentuk “lari” versi emosional, bukan melarikan diri secara fisik, tapi menjauh dari perasaan tidak nyaman agar pikiran terasa lebih aman, setidaknya untuk sementara waktu.

Penelitian dari Frontiers in Psychology tentang Engaging Rather than Disengaging from Stress menunjukkan bahwa strategi seperti ini biasanya muncul ketika seseorang merasa kehilangan kendali terhadap situasi yang dihadapinya.Semakin rendah rasa kontrol yang dirasakan, semakin besar kecenderungan seseorang untuk menghindar.

Dalam jangka pendek, perilaku ini memang bisa memberikan rasa lega seperti saat kita menunda pekerjaan agar stres terasa berkurang, atau membuka media sosial untuk mengalihkan pikiran. Namun, rasa lega itu bersifat sementara dan sering kali justru memperpanjang siklus stres itu sendiri.

Selain faktor rasa kontrol, ketakutan terhadap konsekuensi emosional juga berperan besar. Banyak orang yang memilih menghindar karena takut menghadapi konflik, penolakan, atau kegagalan. Dengan cara itu, mereka merasa bisa melindungi diri dari rasa sakit atau kecewa, meskipun sebenarnya sedang menumpuk beban yang belum terselesaikan.

Bentuk-bentuk avoidance coping pun bisa muncul dalam berbagai perilaku sehari-hari. Misalnya, menunda-nunda tugas penting, membatasi interaksi sosial saat stres, atau menarik diri sepenuhnya dari lingkungan sekitar.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore