
Ilustrasi. (Freepik)
JawaPos.com – Setiap orang punya cara sendiri dalam menghadapi tekanan dan konflik dalam hidup. Ada yang langsung menghadapi, ada yang mencari jalan keluar sementara, dan ada juga yang memilih untuk menghindar. Jika kamu pernah merasa menunda, kabur dari masalah, atau mengalihkan perhatian agar tidak merasakan stres, itu mungkin yang disebut avoidance coping.
Apa Itu Coping & Posisi Avoidance Coping di Dalamnya
Sebelum masuk ke avoidance, kita perlu pahami dulu definisi umum coping. Menurut NCBI/StatPearls, coping adalah “pemikiran dan perilaku yang digerakkan untuk mengelola situasi stres internal atau eksternal.” Coping dapat dilakukan secara sadar, berbeda dengan mekanisme pertahanan (defense mechanisms) yang cenderung otomatis atau bawah sadar.
Dari pembagian umum, coping bisa diklasifikasikan ke dalam kategori:
Dalam Explorations of avoidance and approach coping yang dipublikasikan dalam Pubmed Central, avoidance coping didefinisikan sebagai strategi pasif di mana individu menjauh dari emosi, pikiran, atau tindakan yang berhubungan dengan stres.
Artikel di Verywell Mind juga menyebutkan hal serupa bahwa avoidance coping (atau avoidant coping) adalah strategi maladaptif di mana seseorang menghindari pikiran, perasaan, atau tindakan sulit agar tidak menghadapi stres secara langsung.
Dengan demikian, avoidance coping bisa diartikan sebagai cara “menjauh sementara” dari stres agar terasa ringan. Akan tetapi dalam banyak kasus, hal tersebut justru bukan termasuk bagian dari solusi.
Menghindar sebenarnya bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk perlindungan alami dari otak ketika beban emosional terasa terlalu berat untuk dihadapi secara langsung.
Dalam dunia psikologi, hal ini dijelaskan melalui respons dasar sistem saraf yang dikenal dengan “lawan, lari, atau diam” (fight, flight, freeze). Saat seseorang menghadapi tekanan, otak akan memilih salah satu dari tiga reaksi tersebut untuk melindungi diri.
Nah, avoidance coping sering kali merupakan bentuk “lari” versi emosional, bukan melarikan diri secara fisik, tapi menjauh dari perasaan tidak nyaman agar pikiran terasa lebih aman, setidaknya untuk sementara waktu.
Penelitian dari Frontiers in Psychology tentang Engaging Rather than Disengaging from Stress menunjukkan bahwa strategi seperti ini biasanya muncul ketika seseorang merasa kehilangan kendali terhadap situasi yang dihadapinya.Semakin rendah rasa kontrol yang dirasakan, semakin besar kecenderungan seseorang untuk menghindar.
Dalam jangka pendek, perilaku ini memang bisa memberikan rasa lega seperti saat kita menunda pekerjaan agar stres terasa berkurang, atau membuka media sosial untuk mengalihkan pikiran. Namun, rasa lega itu bersifat sementara dan sering kali justru memperpanjang siklus stres itu sendiri.
Selain faktor rasa kontrol, ketakutan terhadap konsekuensi emosional juga berperan besar. Banyak orang yang memilih menghindar karena takut menghadapi konflik, penolakan, atau kegagalan. Dengan cara itu, mereka merasa bisa melindungi diri dari rasa sakit atau kecewa, meskipun sebenarnya sedang menumpuk beban yang belum terselesaikan.
Bentuk-bentuk avoidance coping pun bisa muncul dalam berbagai perilaku sehari-hari. Misalnya, menunda-nunda tugas penting, membatasi interaksi sosial saat stres, atau menarik diri sepenuhnya dari lingkungan sekitar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
