Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 02.05 WIB

Kenali Kepribadian Otrovert, Sifatnya Bisa Jadi Pendiam Sekaligus Supel Tergantung Situasi

Ilustrasi Wanita dengan Kepribadian Otrovert

JawaPos.com – Selama ini, istilah introvert dan ekstrovert sudah sangat populer ketika membahas kepribadian seseorang. Introvert sering dikaitkan dengan sosok yang pendiam dan suka menyendiri, sementara ekstrovert dikenal aktif, mudah bergaul, dan senang berada di tengah keramaian. Namun, belakangan muncul istilah baru yang mulai ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu otrovert.

Fenomena otrovert muncul dari hasil pengamatan terhadap perilaku sosial yang tidak sepenuhnya bisa digolongkan sebagai introvert maupun ekstrovert. Akun Instagram edukasi psikologi mengulas bahwa otrovert merupakan tipe kepribadian yang berada di antara dua kutub tersebut, tetapi bukan sekadar ambivert. Jika ambivert dikenal fleksibel, otrovert digambarkan lebih kompleks karena bisa berganti mode sesuai dengan konteks yang dihadapi.

Dalam keseharian, orang dengan kepribadian otrovert bisa tampak sangat aktif dan mudah menyesuaikan diri di tengah keramaian. Namun, di waktu lain, mereka bisa memilih menarik diri, menikmati kesendirian, atau bahkan sulit ditebak oleh lingkungannya. Fleksibilitas inilah yang membuat otrovert kerap dianggap membingungkan, tetapi sekaligus unik.

Salah satu sifat utama yang menonjol pada otrovert adalah kemampuan adaptasi. Mereka bisa menempatkan diri dengan baik dalam situasi sosial, tetapi tetap menjaga ruang personal ketika dibutuhkan. Kondisi ini membuat otrovert sering disukai banyak orang karena dianggap luwes, tidak terlalu dominan, namun juga tidak terlalu tertutup.

Selain itu, orang dengan kepribadian ini cenderung:

  • Fleksibel secara emosional: mampu menyesuaikan ekspresi perasaan sesuai keadaan.

  • Membutuhkan keseimbangan: suka bersosialisasi, tetapi juga butuh waktu untuk menyendiri.

  • Sulit ditebak: lingkungan sering bingung karena perilaku mereka bisa berubah sesuai konteks.

  • Realistis dalam bersosialisasi: mampu menjalin hubungan dengan beragam tipe orang, tanpa merasa terkekang.

  • Mandiri namun komunikatif: bisa menyelesaikan masalah sendiri, tetapi tetap mau berdiskusi dengan orang lain.

  • Banyak orang keliru menganggap otrovert sama dengan ambivert. Padahal, perbedaannya terletak pada pola interaksi. Ambivert biasanya seimbang dalam bersosialisasi maupun menyendiri, sedangkan otrovert lebih cenderung “bergeser” secara ekstrem sesuai kondisi. Hal ini membuat mereka terlihat sangat aktif di satu waktu, lalu sangat tertutup di waktu yang lain.

    Mengapa penting memahami istilah ini? Kehadiran konsep otrovert membantu orang mengenali kepribadian yang tidak sepenuhnya masuk dalam dua kategori klasik. Dengan begitu, individu bisa lebih menerima dirinya dan tidak merasa “aneh” hanya karena tidak sesuai label introvert maupun ekstrovert.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore