Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 12.36 WIB

Orang yang Menonton Seluruh Serial secara Maraton dalam Satu Akhir Pekan Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menonton seluruh serial secara maraton


JawaPos.com - Menonton serial secara maraton atau yang sering disebut binge-watching kini sudah menjadi fenomena umum di era digital.

 
Platform streaming yang menghadirkan seluruh episode sekaligus membuat orang bisa betah berjam-jam, bahkan seharian penuh, menamatkan sebuah serial dalam waktu singkat. 
 
Meskipun bagi sebagian orang hal ini terlihat hanya sebagai bentuk hiburan semata, ternyata kebiasaan maraton tontonan bisa menjadi cermin dari kepribadian seseorang.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (20/9), menurut psikologi, perilaku seseorang dalam mengonsumsi hiburan sering berkaitan dengan karakter, kebutuhan emosional, bahkan cara mereka menghadapi kehidupan sehari-hari. 
 
 
Nah, berikut ini tujuh ciri kepribadian yang biasanya dimiliki oleh orang yang sanggup menamatkan satu serial penuh hanya dalam satu akhir pekan.

1. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Orang yang sanggup menonton serial hingga tamat tanpa jeda biasanya didorong oleh rasa ingin tahu yang besar. 
 
Setiap episode meninggalkan rasa penasaran, sehingga mereka sulit berhenti di tengah jalan.
 
Psikologi menyebut sifat ini sebagai bentuk curiosity-driven behavior, di mana otak merasa terdorong untuk terus mencari jawaban.
 
Baca Juga: Bangun Tidur Langsung Cek HP: Inilah 7 Kepribadian yang Menempel pada Dirimu Menurut Psikologi

2. Cenderung Perfeksionis dalam Menyelesaikan Sesuatu


Kebiasaan menyelesaikan tontonan sekaligus juga menunjukkan ciri perfeksionis. 
 
Mereka merasa belum puas jika belum menamatkan cerita hingga akhir. 
 
Sama seperti dalam pekerjaan atau tugas sehari-hari, orang tipe ini sering menolak berhenti sebelum hasil akhirnya jelas terlihat.

3. Memiliki Sisi Escapism yang Kuat


Menurut psikologi hiburan, maraton menonton sering kali menjadi cara seseorang untuk melarikan diri dari stres kehidupan nyata. 
 
Dunia serial menawarkan kenyamanan, alur cerita, dan emosi yang berbeda dari rutinitas. 
 
Ini menandakan bahwa mereka punya kebutuhan tinggi terhadap escapism—pelarian sementara dari kenyataan agar pikiran lebih rileks.

4. Punya Daya Konsentrasi Tinggi (Jika Tertarik)


Tidak semua orang mampu duduk berjam-jam menonton cerita tanpa bosan. 
 
Mereka yang bisa melakukannya biasanya memiliki fokus dan konsentrasi tinggi, terutama pada hal-hal yang menarik minatnya. 
 
Namun menariknya, konsentrasi ini tidak selalu berlaku pada semua aspek kehidupan—kadang hanya pada hal yang mereka sukai.

5. Cenderung Impulsif dan Sulit Mengendalikan Diri


Fenomena next episode syndrome—di mana seseorang terus menekan tombol “tonton episode berikutnya”—merupakan tanda sifat impulsif.
 
Orang dengan kepribadian ini sulit menahan diri untuk berhenti, apalagi jika cerita sedang di puncak konflik. 
 
Secara psikologis, ini berkaitan dengan sistem reward dalam otak yang langsung mencari kepuasan instan.

6. Emosional dan Mudah Terikat dengan Cerita


Mereka yang sanggup menamatkan serial dalam waktu singkat biasanya punya ikatan emosional yang kuat dengan karakter dan jalan cerita. 
 
Hal ini menunjukkan tingkat empati tinggi dan kecenderungan untuk larut dalam alur drama. 
 
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai parasocial relationship, yakni hubungan emosional sepihak dengan tokoh fiksi.

7. Lebih Introvert dan Menikmati Waktu Sendiri


Kebiasaan maraton serial di akhir pekan sering dilakukan sendirian atau hanya dengan lingkaran kecil teman dekat. 
 
Ini menandakan kecenderungan introvert—lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri dengan hiburan personal ketimbang beraktivitas di keramaian. 
 
Mereka merasa bahwa momen itu adalah bentuk me time yang menyenangkan.

Kesimpulan


Maraton menonton serial ternyata bukan sekadar kebiasaan menumpuk layar kaca, melainkan juga cermin kepribadian.
 
Dari rasa ingin tahu tinggi, sifat perfeksionis, kecenderungan melarikan diri dari kenyataan, hingga kebutuhan akan waktu sendiri, semua itu menyimpan makna psikologis tersendiri.

Namun, tentu saja setiap kebiasaan punya sisi positif dan negatif. 
 
Menonton maraton bisa memberi kepuasan emosional dan hiburan, tetapi bila berlebihan bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun produktivitas. 
 
Kuncinya ada pada keseimbangan—menikmati hiburan secukupnya sambil tetap mengelola waktu untuk aktivitas penting lainnya.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore