Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 02.57 WIB

Jika Anda Sering Berbagi Stiker di Grup WhatsApp Kantor, Mungkin Anda Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sering berbagi stiker / foto: Magnific/user25451090

 

JawaPos.com - Di era komunikasi digital, grup WhatsApp kantor telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan profesional. Selain digunakan untuk berbagi informasi pekerjaan, grup ini juga menjadi ruang untuk mencairkan suasana melalui humor, meme, hingga stiker yang menghibur.

Bagi sebagian orang, mengirim stiker mungkin terlihat sebagai kebiasaan sederhana. Namun, dalam kajian psikologi komunikasi, cara seseorang berinteraksi secara digital dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan kepribadian, gaya komunikasi, hingga tingkat kecerdasan emosionalnya. Tentu saja, satu kebiasaan tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai kepribadian seseorang secara mutlak. Kepribadian dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengalaman hidup, lingkungan, budaya, dan karakter bawaan.

Meski demikian, para psikolog menyebut bahwa pola komunikasi sehari-hari sering kali mencerminkan sifat-sifat tertentu.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (26/7), jika Anda termasuk orang yang sering mengirim stiker di grup WhatsApp kantor, bisa jadi Anda memiliki beberapa kecenderungan kepribadian berikut.

1. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Baik

Orang yang gemar menggunakan stiker biasanya lebih mudah mengekspresikan emosi dibandingkan hanya menggunakan teks. Stiker mampu menyampaikan rasa senang, terkejut, malu, atau simpati secara cepat tanpa harus menulis kalimat panjang.

Dalam psikologi, kemampuan mengenali dan mengekspresikan emosi merupakan bagian dari kecerdasan emosional (emotional intelligence). Individu dengan kecerdasan emosional yang baik cenderung memahami situasi sosial dan memilih cara komunikasi yang sesuai agar pesan tidak disalahartikan.

Misalnya, ketika rekan kerja berhasil menyelesaikan proyek penting, mengirim stiker tepuk tangan atau ucapan selamat dapat memberikan apresiasi yang terasa lebih hangat daripada sekadar mengetik "oke" atau "bagus".

2. Mudah Membangun Hubungan Sosial

Stiker sering kali menjadi "pemecah kebekuan" dalam percakapan. Orang yang aktif menggunakannya biasanya memiliki kecenderungan untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan akrab.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa humor ringan dan komunikasi yang menyenangkan dapat meningkatkan kedekatan antarindividu. Karena itu, orang yang sering berbagi stiker umumnya senang membangun relasi positif dengan orang lain.

Namun, mereka juga biasanya memahami batasan. Di lingkungan profesional, mereka memilih stiker yang tetap sopan dan sesuai konteks agar tidak mengganggu suasana kerja.

3. Kreatif dalam Berkomunikasi

Tidak semua orang mampu memilih stiker yang tepat sesuai situasi. Mereka yang pandai memanfaatkan stiker biasanya memiliki kreativitas dalam menyampaikan pesan.

Alih-alih menulis kalimat panjang, mereka memilih satu gambar yang mampu menggambarkan perasaan atau respons secara efektif. Kreativitas ini menunjukkan kemampuan berpikir fleksibel dan menemukan cara komunikasi yang lebih menarik.

Dalam dunia kerja, kreativitas komunikasi seperti ini sering membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus membuat interaksi terasa lebih hidup.

4. Memiliki Selera Humor yang Baik

Orang yang rutin mengirim stiker lucu biasanya memiliki kecenderungan menikmati humor sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Psikologi positif menjelaskan bahwa humor merupakan salah satu mekanisme koping yang sehat untuk menghadapi tekanan atau stres. Dengan bercanda secara wajar, seseorang dapat membantu dirinya maupun orang lain merasa lebih rileks.

Di lingkungan kantor, humor yang tepat dapat meningkatkan semangat tim, selama tidak mengandung unsur penghinaan, diskriminasi, atau menyindir individu tertentu.

5. Cenderung Ekstrovert atau Mudah Bersosialisasi

Dalam teori kepribadian Big Five, individu dengan tingkat ekstraversi yang tinggi biasanya lebih aktif berinteraksi dan menikmati komunikasi sosial.

Mengirim stiker bukan berarti seseorang pasti ekstrovert. Namun, kebiasaan aktif merespons percakapan dengan stiker sering ditemukan pada orang yang nyaman berkomunikasi dengan banyak orang.

Mereka cenderung ingin menunjukkan kehadiran dalam percakapan, meskipun hanya melalui respons singkat berupa stiker yang relevan.

Sebaliknya, orang yang lebih introvert juga bisa menyukai stiker sebagai cara berkomunikasi yang praktis tanpa harus banyak berbicara.

6. Fleksibel dan Mudah Beradaptasi

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai bentuk komunikasi baru, termasuk penggunaan emoji, GIF, dan stiker.

Orang yang memanfaatkan media tersebut secara alami biasanya lebih terbuka terhadap perubahan. Dalam psikologi, sifat ini berkaitan dengan openness to experience atau keterbukaan terhadap pengalaman baru.

Mereka cenderung tidak kaku dalam berkomunikasi dan mampu menyesuaikan gaya komunikasi dengan situasi maupun lawan bicara.

Kemampuan beradaptasi seperti ini menjadi nilai tambah dalam lingkungan kerja yang terus berubah.

7. Berusaha Menjaga Suasana Tetap Positif

Banyak orang menggunakan stiker untuk mengurangi ketegangan ketika diskusi mulai serius atau setelah pekerjaan yang melelahkan.

Mengirim stiker lucu setelah rapat selesai, misalnya, dapat membantu menciptakan suasana yang lebih santai dan meningkatkan rasa kebersamaan dalam tim.

Dari sudut pandang psikologi organisasi, individu yang berupaya menjaga suasana positif sering berkontribusi terhadap meningkatnya kenyamanan kerja dan hubungan interpersonal yang lebih sehat.

Meskipun demikian, mereka tetap memahami bahwa setiap organisasi memiliki budaya komunikasi yang berbeda sehingga penggunaan stiker harus memperhatikan waktu dan konteks.

Apakah Kebiasaan Mengirim Stiker Bisa Menentukan Kepribadian?

Jawabannya adalah tidak sepenuhnya. Psikologi modern tidak menyimpulkan kepribadian seseorang hanya dari satu perilaku tertentu. Untuk memahami kepribadian secara akurat, diperlukan pengamatan terhadap berbagai aspek, seperti pola berpikir, perilaku dalam berbagai situasi, nilai-nilai yang dianut, serta hasil pengukuran menggunakan instrumen psikologis yang telah tervalidasi.

Artinya, kebiasaan mengirim stiker hanyalah salah satu petunjuk kecil mengenai gaya komunikasi seseorang, bukan diagnosis atau penilaian pasti mengenai karakternya.

Gunakan Stiker dengan Bijak di Lingkungan Kerja

Meskipun stiker dapat membuat komunikasi terasa lebih hangat, penggunaannya tetap perlu mempertimbangkan etika profesional. Hindari mengirim stiker yang berpotensi menyinggung rekan kerja, mengandung unsur SARA, bersifat vulgar, atau dikirim pada situasi yang membutuhkan komunikasi formal.

Stiker akan memberikan manfaat jika digunakan untuk memperjelas emosi, menciptakan suasana positif, dan mempererat hubungan antarrekan kerja tanpa mengurangi profesionalisme.

Kesimpulan

Sering berbagi stiker di grup WhatsApp kantor bisa mencerminkan beberapa kecenderungan kepribadian, seperti memiliki kecerdasan emosional yang baik, mudah bersosialisasi, kreatif dalam berkomunikasi, memiliki selera humor, cenderung ekstrovert, mudah beradaptasi, serta senang menjaga suasana tetap positif.

Namun, penting untuk diingat bahwa temuan tersebut hanya menggambarkan kecenderungan umum dalam psikologi komunikasi. Kepribadian manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar kebiasaan mengirim stiker. Karena itu, gunakan informasi ini sebagai wawasan menarik, bukan sebagai alat untuk memberi label atau menghakimi diri sendiri maupun orang lain.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore