Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 06.25 WIB

7 Frasa Manipulatif yang Kerap Dipakai Para Narsisis untuk Membuat Anda Tidak Berharga

Ilustrasi seorang individu yang terlihat sedih dan bingung, sementara di belakangnya ada sosok yang membisikkan kata-kata negatif./Freepik - Image

Ilustrasi seorang individu yang terlihat sedih dan bingung, sementara di belakangnya ada sosok yang membisikkan kata-kata negatif./Freepik

JawaPos.com - Orang narsisis sangat pandai memakai bahasa sebagai senjata utama untuk mengontrol orang lain.

Mereka biasanya menggunakan frasa-frasa halus yang dapat merusak harga diri lawan bicaranya. Tujuan utamanya adalah untuk membuat seseorang merasa tidak penting.

Melansir dari Geediting.com Sabtu (20/9), mengenali frasa ini adalah langkah krusial untuk melindungi diri dari manipulasi emosional.

Ungkapan-ungkapan ini dirancang untuk mengalihkan kesalahan dan mengecilkan perasaan Anda. Berikut adalah tujuh frasa manipulatif yang sering digunakan oleh mereka.

1. "Kamu terlalu sensitif"

Ini adalah salah satu frasa paling umum yang digunakan untuk membatalkan perasaan orang lain. Ketika Anda bereaksi terhadap suatu hal, mereka justru menyalahkan respons emosional Anda. Frasa ini membuat Anda mempertanyakan validitas perasaan sendiri.

2. "Kamu selalu bereaksi berlebihan"

Frasa ini menciptakan pola pikir di mana emosi Anda dianggap tidak proporsional dan tidak beralasan. Ini meremehkan perasaan Anda, seolah-olah Anda tidak bisa merasakan sesuatu dengan benar. Mereka menggunakan ini untuk mengendalikan narasi dalam hubungan.

3. "Aku tidak bermaksud begitu"

Pernyataan ini digunakan untuk melepaskan tanggung jawab atas ucapan atau tindakan yang menyakitkan. Mereka menolak untuk mengakui dampak yang mereka timbulkan pada Anda. Hal ini membuat Anda merasa seolah-olah Andalah yang salah memahami niat mereka.

4. "Kamu melebih-lebihkan masalah"

Ungkapan ini meremehkan kekhawatiran Anda, seakan-akan apa yang Anda rasakan tidaklah penting. Orang narsisis menggunakan ini untuk membatalkan validitas emosi Anda. Mereka mencoba mengubah fokus masalah dari tindakan mereka ke perasaan Anda.

5. "Mengapa kamu jadi emosional?"

Ini adalah cara yang digunakan narsisis untuk membatalkan perasaan Anda secara langsung. Mereka menganggap emosi Anda tidak masuk akal. Pertanyaan ini memaksa Anda untuk membela diri karena mengekspresikan emosi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore