
Ilustrasi hal yang bisa menyakiti inner childmu (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sulit percaya pada orang lain, terlalu keras pada diri sendiri, atau mudah marah tanpa alasan jelas? Bisa jadi hal itu bukan sekadar sifat bawaan, melainkan "suara" dari inner child yang masih terluka. Inner child adalah bagian batin kita yang membawa memori, perasaan, dan pengalaman sejak masa kecil, baik yang menyenangkan maupun yang penuh luka.
Pada salah satu video dari kanal YouTube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, menurut banyak psikolog, luka pada masa kecil sering terbawa hingga dewasa tanpa kita sadari, dan muncul dalam bentuk perilaku yang justru menyakiti diri sendiri.
Menyembuhkan inner child bukan hal instan. Namun, sebelum bisa sembuh, penting untuk mengenali cara-cara tak sadar yang selama ini justru melukai sisi batin kita sendiri. Berikut beberapa di antaranya:
1. Terlalu Mengagungkan Kemandirian
Sering berkata "Saya tidak butuh siapa pun?" Sikap ini bisa muncul dari masa kecil yang penuh penolakan, di mana kebutuhan kasih sayang tidak terpenuhi. Padahal, inner child Anda sebenarnya sangat mendambakan kebersamaan dan rasa aman.
2. Perilaku Pasif-Agresif
Menyimpan amarah masa lalu bisa muncul dalam bentuk sarkasme atau "kesalahan" kecil yang disengaja. Alih-alih menyembuhkan, sikap ini justru membuat hubungan semakin renggang dan inner child semakin merasa terisolasi.
3. Kritik Diri yang Berlebihan
Jika Anda tumbuh dengan orang tua yang terlalu menuntut, kemungkinan besar suara kritis mereka kini berubah menjadi suara batin Anda sendiri. Hal ini membuat harga diri rendah dan sulit menerima diri apa adanya.
4. Mudah Bereaksi Berlebihan
Sedikit koreksi bisa memicu ledakan emosi? Itu tanda luka lama yang kembali terbuka. Inner child yang dulu sering dihakimi kini merasa kembali terancam.
5. Perilaku yang Menghambat Diri Sendiri
Kebiasaan menunda atau menyerah sebelum mencoba sering kali merupakan bentuk sabotase diri. Ini bisa muncul dari keyakinan masa kecil bahwa Anda "tidak cukup baik" untuk berhasil.
6. Menekan Emosi
Dididik untuk tidak menangis atau selalu kuat bisa membuat Anda dewasa dengan kesulitan mengekspresikan perasaan. Akibatnya, Anda cenderung merasa hampa atau jauh dari emosi sejati Anda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022